Showing posts with label ceritaku. Show all posts
Showing posts with label ceritaku. Show all posts

Tuesday, November 26, 2013

Dokter , kriminalisasi , defensive medicine dan akibatnya

Pendahuluan
Sudah nonton episode pertama drama Good Doctor ? Drama ini salah satu drama Korea bertema kedokteran yang keluar di tahun 2013. Dalam drama ini dikisahkan tentang Park Shi On , seorang calon residen bedah anak yang dalam perjalanannya ke rumah sakit menemukan seorang anak yang kejatuhan papan iklan di stasiun. Dalam situasi gawat darurat tersebut, dr Park melakukan tindakan bantuan hidup dasar seperti pemberian nafas bantu , perikadiosintesis dengan menggunakan alat seadanya, pemasangan infus dan OTT, bahkan melakukan krikotiroidotomi agar si anak selamat.
Mungkin tindakan heroik seperti itu tidak akan pernah ditemukan di Indonesia. Mengapa?

Dokter Indonesia
Pertama kali dikirimi kartu tanda identitas IDI , suatu kebanggaan menjadi seorang dokter yang sepenuhnya baik bagi orang tua, keluarga, terlebih untuk diri sendiri. Yah, kebanggaan untuk bisa mengabdi , menjadi perpanjangan tangan Tuhan melayani banyak orang dari penyakit yang mereka alami.
Sejak masuk di dunia kedokteran, saya sadar bahwa pekerjaan dokter dibatasi oleh hukum. Jauh di atas iti ada etika dalam menjalankan prinsip-prinsip kedokteran. Seorang dokter telah disumpah untuk melakukan tugas , tanggung jawab dan pengabdiannya dengan sepenuh hati menggunakan semua kemampuan yang dia miliki.
Setiap dokter harus bekerja sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.
Sebagai contoh , seorang dokter kebidanan dan kandungan yang memeriksa klien ibu dari dinyatakan hamil hingga masa neonatus. Selama masa yang panjang itu , klien diperiksa secara teratur dan dari hasil pemeriksaan itu sang dokter akan memutuskan proses kelahiran seperti apa yang akan dilalui seorang ibu. Pada umumnya, bila tak ada kondisi abnormal, sang ibu akan diawasi menuju pembukaan lengkap dan dipimpin untuk melahirkan normal. Dalam waktu yang beberapa jam hingga beberapa detik itu, kondisi ibu dan janin dapat berubah, sehingga sang dokter harus memutuskan dengan cepat dan mengambil tindakan dengan cepat pula.

Kriminalisasi

Sebagaimana contoh di atas, baru-baru ini tiga orang sejawat yang dalam pendidikan spesialisasi kebidanan dan kandungannya mengalami kejadian seperti pada contoh di atas. Dalam perjalanan beberapa detik itu, sang dokter harus memilih untuk melahirkan janin melalui proses pembedahan atau sectio caesarea. Meskipun telah melalui serangkaian prosedur yang sesuai dengan standar prosedur , pada akhirnya sang ibu tidak dapat diselamatkan. Menurut hasil otopsi, penyebab kematiannya adalah karena adanya emboli.
Patut diketahui bahwa , emboli merupakan salah satu resiko medis yang ditakuti terjadi, tidak hanya melalui pembedahan bahkan melalui cara persalinan normal pun dapat terjadi. Harus ditekankan bahwa hal ini bukanlah sebuah tindakan malpraktek, namun merupakan sebuah resiko medis.
Dalam waktu yang sangat singkat, dokter dan timnya harus memutuskan penanganan bagi pasien, yang tentu saja bertujuan untuk penyelamatan pasien.
Sebagai warga negara tentu saja setiap dari kita harus menghormati proses peradilan. Sayangnya, menurut saya dan rekan-rekan , proses pengadilan tidak memperhatikan bukti-bukti yang ada serta hasil penyelidikan dari komite etik yang telah memeriksa para terdakwa.
Berbeda halnya bila kasus yang dikenakan seperti tindakan abortus kriminalis. Baik secara hukum, terlebih etika kedokteran tidak membenarkan hal tersebut. Tindakan seperti ini yang menyalagunakan wewenang dan sumpah kedokterannya harus dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sementara, yang terjadi pada ketiga sejawat di atas adalah murni resiko medis dari proses persalinan pada sang ibu. Para sejawat tersebut telah melakukan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada yang pada hakikatnya diharapkan sang ibu dan calon bayi dapat diselamatkan keduanya.
Hal inilah, yang sangat merisaukan lingkungan dunia kedokteran. Bila, bahkan dari suatu tindakan menolong ini yang telah sesuai dengan prosedur yang berlaku , dan kejadian yang tidak diharapkan terjadi, seperti pada kasus ini maka sang dokter akan mengalami tindakan hukum.
Harus dipahami bahwa dokter tidak dapat menjanjikan hasil, yang diupayakan adalah proses sesuai dengan prosedur dan diharapkan adalah pasien selamat.

Defensive Medicine
Dari cerita panjang di atas, ditakutkan akan terjadinya tindakan defensife medicine dari para petugas kesehatan terutama dokter dalam menjalankan tugasnya. Semisal, bila ada pasien yang darurat dan membutuhkan pertolongan segera, sang dokter akan menunggu untuk melakukan inform concent kepada keluarganya mengenai keadaan pasien kepada keluarga, bila keluarga setuju, sang dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan sebelum akhirnya melakukan tindakan terhadap pasien. Sejumlah waktu dan biaya yang tentu lebih besar diperlukan hingga, pasien mungkin saja tidak tertolong.
Ilustrasi lain adalah, pada pasien yang mengalami luka luar yang sebelumnya langsung dijahit oleh dokter, pada tindakan  defensive medicine , sang dokter mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan darah dan ronsen. Hasilnya, biaya dan waktu yang dibutuhkan lebih banyak.
Dari kasus yang baru -baru ini terjadi, pada dasarnya para dokter tetap berpegang teguh dan mengikut pada hukum dan etika yang berlaku. Tidak ada seorang dokterpun yang berniat mencelakakan pasiennya.
Jadi, alasan mengapa tindakan-tindakan heroik tidak mungkin atau pun akan sangat kecil kemungkinannya terjadi di Indonesia sudah terjawab pada ilustrasi di atas.
Salam

Friday, November 1, 2013

Passion

First of all, selamat hari blogger nasional. A lil bit late but better than nothing. Right ?
Cukup lama tak menulis blog. Bahkan selama tugas PTT selama dua tahun tidak pernah lagi posting di blogger. Ada beberapa tulisan di microblogging tumblr . Tapi pada akhirnya juga vakum sekian lama.
Akhirnya saya sadar, menulis itu butuh passion yang tak pernah henti. Tidak cukup hanya ide.
Selama masa vakum ini.. banyak ide tulisan yang hanya lewat sepintas di pikiran kemudian lenyap tanpa menjadi sebuah tulisan.

-attonk-
Senja ditemani deras hujan dan pijar kilat

Tuesday, September 20, 2011

Asal Comot


Lama juga gak nulis postingan di blog ini. Kadang pengen nulis tapi gk ada ide, kadang malah sebaliknya, ada ide tapi keinginan untuk menulis gak ada. Hal terbaik mungkin adalah ada ide dan pengen nulis tapi tidak ada koneksi internet. :-(
Habis nonton sebuah film jepang yg judulnya Kimi ni Todoke, jadi pengen comot salah satu scene dalam film ini. Percakapan antara Sawako dengan Ryu

Love relationship, do you know what it is ?
I don’t think I understand
A special thing uncomparable with anything else


How do you know if it’s special ?
It’s special even before you realize it


So ,have you feel it ? A special thing that uncomparable with anything else even before you realize ?

Monday, December 6, 2010

Try to be the patient


Kisah ini kisah saya hari ini, menjadi seorang pasien. Mungkin lebih tepat bila disebut “keluarga pasien”. Awalnya, seorang dokter meminta bantuan saya untuk mengurus sebuah permintaan pemeriksaan laboratorium patologi anatomi (PA). Salah satu modalitas menganalisa jenis sel di bawah mikroskop terutama untuk menentukan jinak ganasnya suatu organ sebagai bahan untuk menentukan penatalaksanaan dan prognosis dari penyakit pasien.

Pasien ini merupakan pasien yang memanfaatkan ASKES sebagai sumber pembayaran. Dan , inilah kisahnya …

Thursday, November 4, 2010

Train of Life

Copas dari sebuah forum by nunick'z

Life is just a train travel full of arrivals and departures, accidents, many pleasant surprises in shipping and great sorrows in some landings.

When we are born we enter this magnificent train and come across some people who, we believe, will always be with us on this journey: our parents.

Unfortunately this is not true in any season they go down and let us orphans of his affection, friendship and companionship irreplaceable. But that does not stop during the journey, people who become very special for us to embark. Then arrive at our brothers, friends, children and lovers unforgettable!

Wednesday, September 29, 2010

Wake me up when September end or …

Summer has come and passed
The innocent can never last
wake me up when September ends

like my father's come to pass
seven years has gone so fast
wake me up when September ends

here comes the rain again
falling from the stars
drenched in my pain again
becoming who we are

as my memory rests
but never forgets what I lost
wake me up when September ends
......

September 2010 dalam beberapa jam lagi akan berakhir. Hmmm, banyak hal yang terjadi , banyak rasa yang terlibat, banyak moment yang terjadi, all ini one package. September

Sunday, September 26, 2010

Dua puluh empat setengah

Harusnya, postingan ini dipublish hari Jumat yang lalu, sayangnya banyak kendala teknis yang menyebabkan tidak memungkinkan untuk tidak dipublish.
Beberapa kali sejak ulang tahun yang terakhir saya berpikir tentang keistimewaan hari ini. Pikiran yang tidak pernah terlintas di tahun-tahun sebelumnya selama dua puluh empat tahun hidup. Dua puluh empat September setiap tahunnya hanya sebuah tanggal yang terlewati entah dengan aktivitas apapun yang saya sendiri sudah lupa.

Dan hari ini kembali dua puluh empat September , dan saya menemukan keistimewaan di dalamnya, setengah tahun lagi perjalanan hidup saya bertambah. Itu berarti pula, setengah tahun waktu lagi telah saya habiskan dari sisa entah berapa tahun yang Tuhan boleh berikan.
Bila setiap tahun baru , setiap ulang tahun, setiap hari-hari penting, kita selalu merefleksikan diri dan merenung sejenak tentang apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, maka hari ini pun saya ingin berhenti sejenak dan merefleksikan (mungkin yang menurut dosen filsafat saya dulu, sedikit berkontemplasi) segala yang telah terjadi dalam dua puluh empat setengah tahun kehidupan saya.

Thursday, September 23, 2010

Terima kasih, Bunda !


Syaloom in Christ,

Pertama-tama tulisan ini , saya dedikasikan untuk sebuah forum / group di Facebook , Catatan Bunda Maria Santa Perawan Suci. Terima kasih karena telah lebih mengenalkan saya pada sebuah doa novena yang semoga semakin mendekatkan saya pada Tuhan. Tulisan ini sedikit lebay, tapi mungkin beginilah style menulis saya. Mohon dimaklumi.

Awalnya, saya merasa tak pernah ada waktu untuk berdoa secara teratur , apalagi dengan doa yang panjangnya tidak ketulungan. Bahkan, hanya berdoa pendek saja sangatlah jarang. Tetapi, melihat kesaksian-kesaksian yang diungkapkan oleh orang-orang yang telah berdoa novena ini dan keinginan untuk berubah maka saya memulai untuk berdoa novena.

Wednesday, July 28, 2010

Sepenggal kisah dari Tanah Messawa



Syalom,,
Pagi kak Attonk,,
Nieh Priska,, (ternyata mau eksis tawwa)
Kak, nanti ada baksos daerah tgl 21-25 Juli ini ….
Kk bsa ikut nda ??
Ajak skalian donk sma tman2 angkatanx kk yg kkmk ,,



Sebuah SMS tak terduga saat sedang mengikuti visite supervisor di ICU. Hari itu, kira-kira seminggu sebelum baksos.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, KKMK mengadakan acara bakti sosial kesehatan daerah. Selain mengadakan baksos dalam kota Makassar, sudah menjadi agenda tahunan KKMK untuk mengadakan baksos daerah. Tahun 2008, baksos diadakan di Toraja. Tahun berikutnya diadakan di Lamasi dan tahun ini baksos daerah di Messawa.

Rombongan kecil kami berjumlah sekitar 40an orang berangkat dari gereja Kare pagi hari tanggal 21 Juli dengan menumpang di 3 bis. Makassar – Maros – Pangkep – Barru – Pare –pare – Pinrang – Polewali dan akhirnya sampai di Mamasa. (tolong diedit kalau salah).

Tuesday, February 2, 2010

Catatan Akhir Tahun : KAPAN KAMU SELESAI ?

Pernah lihat iklan KB gak ? Iklan yang bercerita tentang seorang ibu yang bertanya kepada anak perempuan dan pacarnya kapan kamu menikah ? Setelah sang anak menikah, pertanyaan berikutnya muncul, kapan punya anak ?setelah memiliki satu anak, muncul lagi pertanyaan sang ibu yang telah menjadi nenek kepada cucunya, kapan kamu punya adek ?


Iklan ini menjadi semacam dejavu buat saya. Memiliki sedikit banyak kemiripan dengan peristiwa-peristiwa yang pernah saya alami dan kemungkinan akan saya alami lagi. Pertanyaan untuk saya, bukan pertanyaan tentang kapan kamu menikah karena pertanyaan itu adalah pertanyaan yang belum waktunya untuk ditanyakan. Bahkan orang tua melarang untuk menikah dalam waktu dekat.Alasannya, memangnya kamu mau kasih makan batu anaknya orang ? dan alasan kedua adalah karena pertanyaan yang belum saya jawab.

Kapan kamu selesai ? Maksudnya kapan selesai wisuda dan mengakhiri status sebagai mahasiswa S1. Pertanyaan yang sampai saat ini belum bisa dipastikan kapan terjawab.

Suatu waktu dalam percakapan ringan dengan seorang sahabat yang telah wisuda. Ia pun mengamini bahwa pertanyaan itu selalu menjadi pertanyaan yang mutlak dari orang tua kepada anaknya yang telah dua tiga tahun kuliah tapi belum selesai-selesai. Tentu saja , dari perspektif orang tua, orang tua ingin melihat anaknya segera berhasil menyelesaikan kuliahnya, meraih sarjana, salah satu kebanggaan bagi orang tua.

Sejak SD, Pertanyaan ini selalu ditanyakan terutama bila ada kerabat yang berkunjung ke rumah. Saat melihatku, entah sebagai basa basi atau benar-benar bertanya, PIRANRA MU TAMMA’ ? Dalam bahasa Indonesia berarti Kapan Kamu Tamat ? - tergantung waktunya, saat SD tentu saja maksudnya kapan tamat SD , dan jenjang pendidikan berikutnya hingga kuliah.
Saat ini, saya tertahan lagi di pertanyaan “kapan kamu selesai ?” Tapi setelah itu, akan muncul juga pertanyaan yang dalam iklan KB yang saya nonton. Kapan kamu menikah ? Kapan punya anak ? kapan ….

Harapannya, semoga jawabannya mirip pula dengan yang di iklan KB, Bidan anda punya jawabannya. Tentu saja kelulusan saya tidak ditentukan oleh bidan. Anak anda yang tau jawabannya, harap bersabar, Tuhan selalu punya waktu yang tepat untuk menunjukkan mukjizatnya.
31 Desember 2009
22:44 WITA

For my parents :
Mom and dad, I can’t promise you about when but always pray for me , your son, hopefully this year 2010 I will give you the answer.





Sunday, January 31, 2010

Dia yang Namanya Tak Perlu Disebut

Menulis note tentang seseorang sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah. Maka note ini pun tentang seseorang – tepatnya seduaorang.
Namanya tak perlu disebut, tapi bila ada yang mengerti dan memahami ceritanya tolong jangan sebut merek. Sebut saja namanya Mary Jane karena rambut pacar Spiderman itu hampir sama panjang dengan rambutnya. Itu dalam pikiranku. Mungkin saja rambutnya saat ini sudah panjang. Yang pasti dia tidak mungkin bikin botak rambutnya kecuali dengan alasan yang benar-benar tidak dapat terbantahkan.
Alkisah, beberapa tahun yang lalu saya bertemu dengan orang ini. Seingatku, aku pertama bertemu dengannya di sebuah sesi kursus matematika yang diadakan oleh seorang guru di rumahnya. Terakhir saya bertemu dengan orang ini beberapa bulan yang lalu saat ia dan seorang kawan dekat datang berkunjung ke rumah. Setelah itu, tak ada pertemuan, hanya beberapa sesi percakapan melalui telpon yang tiba-tiba berakhir tanpa alasan yang jelas.
Wajahnya tidak mengingatkan pada sosok artis tertentu. Sebaliknya, saat melihat acting atau acara yang ada Laura Basuki-nya saya teringat pada sosok ini. Terlebih ada seorang pemain FTV yang sangat mirip dengan orang yang saya maksud. Entah siapa namanya.
Saya tidak ingat bagaimana awal pertemuan kami, kami juga tidak dekat bahkan terkesan saling menjaga jarak dengan alasan yang sampai saat ini tidak saya pahami. Mungkin hanya sebatas egoisme yang terlalu dominan dan terlalu dipaksakan sebagai romantisme masa SMA . Untuk lebih jelasnya baca .
Kembali pada sosok ini. Penilaian “kasarku” tentangnya adalah bahwa ia adalah pribadi yang menarik, misterius, cantik, dan beberapa penilaian yang sulit untuk dicari padanan katanya. Mungkin hanya bahasa hati yang bisa menjelaskannya. Pada dasarnya ia adalah pribadi yang menarik.
Bila memandang beberapa tahun kebelakang kisahku dengannya yang sulit diungkapkan dalam bentuk apa – pacaran bukan, cinta monyet gak tahu / butuh klarifikasi, gak jelas – telah menjadi sebuah kisah klasik yang bahkan sejak SMA menjadi bahan cerita yang tak ada habisnya.
Pada dasarnya tulisanku ini untuk menentukan arah menjadikan kisah klasik ini berakhir dengan lebih indah setidaknya dalam sebuah bentuk pertemanan.
Sangatlah mudah untuk menemukanku. Dalam dunia nyata mungkin jaraknya tak lebih dari 1 km saat kesendirianku di rumah membuatku untuk memutuskan menginap di sekret KMK UNHAS, dalam dunia maya cukup membuka google dan menuliskan keyword nama lengkapku bahkan nama panggilan. Maka akan keluar beberapa pilihan yang mengarahkan pada blog, friendster, kombes atau facebook ini. It’s easy to looking for me.
At least, ada yang kenal orang yang dimaksud ? Btw, sekali lagi tolong jangan sebut nama cukup inisialnya saja.





Wednesday, January 20, 2010

Untuk guruku



Beliau bernama Helena Tandiombo. Itu yang kutahu. Tapi kami lebih sering memanggilnya ibu Helena. Aku lupa kapan pertama kalinya kami bertemu tapi aku yakin aku telah melihatnya saat pertama masuk di SD Katolik Renya Rosari. Bahkan mungkin tanpa sengaja aku bertemu dengan beliau saat masih di TK yang berdampingan dengan SD tempat beliau mengajar.
Beliau akhirnya menjadi wali kelasku di tahun terakhir sekolah dasar. Aku ingat suatu momen , saat itu setelah beliau menjadi wali kelas kami, kelas VI B. Kelas kami berada di pojok atas, berdampingan dengan ruangan biara susteran . Beberapa teman yang kuingat di antaranya Edi, Ima, Alki, Febi, Omi, Yance,, dll.

Waktu itu diadakan pemilihan ketua kelas. Calonnya ada dua, Asima dan Irwan (alm). Pemilihan itu dimenangkan oleh Asima dengan perbedaan dua poin. Rahasianya, karena angka satu (yang ditulis bila memilih Irwan) terlihat seperti angka dua untuk memilih Asima. Seandainya , waktu itu ibu Helena tidak salah menyebut maka skornya sama. Tapi, sepertinya itu bukan keputusan yang salah. Asima bisa menjadi ketua kelas yang baik dengan Irwan sebagai wakilnya.
Salah satu pengalaman yang berkesan adalah saat kami sekelas (hampir semuanya sebenarnya) berkunjung ke rumah ibu Helena, meskipun sebenarnya hari itu bukan hari libur bahkan besoknya kami harus ke sekolah. Aku lupa alasan kami ke rumahnya waktu itu. Yang pasti meski ibu tidak tahu kalau kami bakal datang, beliau dengan senang menyediakan makanan untuk kami. Aku ingat malamnya, kami menonton aksi Jet Li yang melawan orang-orang yang membentuk formasi kaki seribu. Jet Li akhirnya menang setelah memperhatikan bagaimana seekor ayam mematuk lipan. Sampai saat ini aku tidak tahu judul film itu. Pagi harinya, kami bersama-sama berangkat ke sekolah dengan menempuh perjalanan jauh dari daerah Tampo Makale ke sekolah. Kami harus menenteng sepatu karena jalan yang kami lewati adalah pematang sawah dan jalan-jalan becek.
Suatu waktu kami sedang belajar matematika, aku lumayan bisa, saat itu teman sebangkuku meminta bantuanku bagaimana menyelesaikan tugas soal yang diberikan oleh Ibu Helena, aku menjawab buat aja dulu, ntar kalau masih gak bisa aku bantu. Ibu Helena ternyata berada di belakangku dan mendengar setiap kata-kata yang aku ucapkan. Ia tersenyum dan seingatku ia memujiku di depan kelas.
Satu lagi mata pelajaran yang beliau ajarkan, latihan menulis indah. Menulis bersambung. Aku selalu berusaha sebaiknya tapi tetap saja tulisanku tidak indah-indah. Tidak sebagus tulisan Omi atau Ima, atau teman sekelasku yang lain. Tulisanku saat itu tentu saja dibandingkan dengan sekarang masih lebih bagus, tapi beliau adalah satu dari dua orang guru yang mengatakan tulisanku bagus. Mungkin kacamata ibu sudah harus diganti. He he he
DI akhir tahun, saat pengumuman kelulusan, ada satu moment yang tidak pertama aku lupa. Untuk pertama dan terakhir kalinya aku dinyatakan tidak lulus. Hal itu karena aku tidak memasukkan prakarya kesenian sebagai prasyarat kelulusan. Aku masuk ke kelasku yang kosong dan tanpa malu aku menangis. Tentu saja waktu itu aku masih terlalu kecil dalam batasan tertentu untuk menangis di tempat seperti kelas yang setiap orang bisa saja masuk. Ibu Helena datang dan menghiburku. Ia memeluk menenangkanku dan memberikan nasehat serta saran yang terbaik. Dan keesokan harinya, aku memasukkan sebuah pahatan yang aku beli di pasar Makale. Aku pun dinyatakan lulus.
Aku lupa kapan terakhir kali bertemu ibu Helena. Yang pasti sudah sangat lama sekali. Tapi dalam lingkup tertentu beliau adalah salah satu guru yang sangat berkesan bagiku. Dalam arti tertentu beliau meletakkan dasar-dasar hidupku.
Dalam hari-hari pertama di awal tahun 2010, untuk pertama kalinya aku mendapat pemberitahuan dari forum SD Katolik Renya Rosari, yang menyebutkan bahwa beliau telah meninggal karena penyakit. Bagiku beliau tetap hidup dan menjadi bagian dari hidup. Ada bagian-bagian dalam kisah hidupku yang diperankannya yang tidak tergantikan tidak hanya sebagai guruku ,wali kelasku di tahun terakhir SD, ia berperan pula sebagai ibu.
Selamat jalan ibu. Engkaulah yang sesungguhnya pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih untuk pengabdianmu kepada kami. Semoga Tuhan menempatkanmu dalam surgaNya yang damai.





Friday, November 20, 2009

Perpustakaan hari ini


Seperti hari-hari kemarin, bila tidak ada kegiatan yang menyibukkan di rumah sakit sebagai koass, dan ada kesempatan, maka hari ini saya menyempatkan diri ke perpustakaan fakultas. Letaknya di lantai 3 salah satu bangunan fakultas kedokteran tanpa lift sehingga harus menapaki selangkah demi selangkah hingga akhirnya sampai di perpustakaan.
Hari ini, keadaan tidak terlalu ramai, seperti halnya bila menjelang ujian, hingga kadang-kadang saya berpikir tempat itu bukan lagi perpustakaan karena hingar bingar diskusi teman-teman yang bersiap-siap untuk ujian. Dengan suhu udara yang sejuk, lumayan membuat betah.
Di pojok depan, beberapa orang mahasiswa sedang membaca-baca buku kedokteran. Mungkin sedang mencari bahan untuk tugas-tugas yang menumpuk. Sementara di baris-baris berikutnya beberapa teman angkatan di bawah saya sedang menikmati permainan game online. Sepertinya untuk membantu menghabiskan waktu sambil menunggu kuliah berikutnya dan sekaligus intermezzo di tengah-tengah kesibukan kuliah.
Di pojok lain, beberapa meter dari tempat saya mengambil tempat, dua orang mahasiswa , dari tampilan yang menggunakan jas praktikum , adalah mahasiswa angkatan di bawah saya, yang tanpa sengaja saya dengar sedang berlatih CSL, clinical skill lab. Mendengar cara latihan anamnesis – seorang menjadi pasien dan seorang lagi menjadi dokter- maka saya simpulkan mereka sedang berlatih tentang teknik anamnesis untuk pasien penyakit mata.
Mendengar para junior berlatih, mengingatkan pada keadaan 2 – 3 tahun yang lalu saat menjadi seperti mereka. Belajar dan berlatih. Meskipun pada saat itu, pandangan tentang pasien masih buram atau kabur secara khusus tentang cara menganamnesis pasien. Tapi setelah memasuki dunia klinik sebagai koas, hal-hal yang dulu masih belum saya pahami mulai jelas. Meski masih banyak yang perlu dipelajari.
Inti dari tulisan ini adalah bahwa, pada awalnya sebagai mahasiswa pre klinik kita tidak mengerti mengapa kita bertanya ini dan itu, mengapa penting untuk menggali lebih jauh suatu gejala hingga kadang terasa merepotkan pasien karena harus berpikir lebih lama untuk mengingat kembali proses perjalanan penyakitnya. Tapi, keadaan akan menjadi lebih baik, tidak akan ada ilmu yang tidak bermanfaat saat memasuki dunia klinik apalagi bila meninggalkan embel-embel muda di belakang kata dokter dan menjadi seutuhnya dokter dokter.
Sementara saya, duduk sambil menulis artikel ini sebagai bahan untuk memperbaharui blog saya di sini dan di premature doctor, membuka situs facebook dan email, dan bermain game. Hwa hwa hwa





Monday, October 26, 2009

Apalah arti sebuah nama ?

Sebelum membaca tulisan ini, ada aturan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar. Bila tidak sebaiknya tidak melanjutkan untuk dibaca.
Dilarang tersenyum , berusaha tersenyum apalagi tertawa saat dan setelah membaca tulisan berikut.


Hari ini, selain melanjutkan pertarungan di mafia war- sebuah aplikasi game dari Facebook – ada sebuah misi khusus yang harus saya selesaikan. Mencari arti nama. What’s ….

Mencari arti nama gue ….Mencari arti dari nama ALVIANTO TANDIARRANG
Ha ha ha ha. Kalian boleh percaya atau tidak ,tapi apa mau dikata. Seandainya calon pengujiku tidak akan bertanya itu, tidak akan pernah saya akan merepotkan diri mencari arti nama sendiri. Hampir semua yang ujian skripsi dengan beliau pasti akan memperoleh pertanyaan pertama –apa arti nama kamu ?

Apalah arti sebuah nama ? Kalau dalam bahasa Inggris "What does a name mean ?" Mungkin warisan dari Shakespeare itu yang menjadi pegangan saya untuk tidak perlu mencari tahu apa arti nama sendiri. Meski di kalangan sebagai orang Indonesia, nama menjadi satu bagian yang sacral dari identitas kita. Bahkan , hanya untuk sebuah nama , sebuah hajatan diadakan. Hikz hikz hikz. Jadi sedih, karena sudah pasti dulu , saat mencomot sebuah nama untuk menjadi namaku sudah pasti tidak ada acara pesta-pestaan atau semacamnya. Wong sampai saat ini saja, arti nama itu masih belum jelas buat saya.
Dari om google , saya kemudian googling ke beberapa situs, dari baby name sampai yang mirip-mirip dengan namaku seperti Alvin atau alvino atau alvian. Jadi penasaran apa arti nama Alvin yang dicomot sama Alvin and the chipmunk yang nyanyi lagu BAD DAY.
Awalnya pengen cari nama orang kudus yang mungkin sama atau mirip dengan namaku tapi ternyata gak ada yang mirip atau mirip. Entah kalau ada yang kelewat. Trus, cari di situs baby name, sayang belum ketemu.
Seorang kerabat yang menurut cerita ada pemberi nama mengatakan waktu itu pemberian nama cuma kerena namanya yang keren (sekeren orangnya sekarang). Gak ada arti apa-apa. Hikz hikz hikz. Trus, coba-coba merangkai kepanjangannya Anak pertama yang lahir via tandiarrang. Gubrakkkkk. Dari mana dapatnya coba ….
Teman-teman yang memanggilku sebagai anto mungkin punya penjelasan sebagai nama panggilan. Kalau ditanya tentang nama Anto, jawabannya Anto itu pendekan dari kata Anak Toraja, secara saya adalah anak Toraja asli. Wakakak.
Kembali ke arti nama … apa iya , nama yang saya pakai dari 20 an tahun yang lalu hingga saat ini dan tak akan terganti bahkan jauh setelah jasad asli saya sudah tidak ada tidak mempunyai arti ? Mam, could you help me expain this …?
Anyway, yang punya nama Alvianto, ada yang bisa jelaskan apa artinya gak ? Mungkin saja cocok, jadi bisa saya pakai juga buat penjelasan kalau ada yang nanya. Atau mungkin saja kita bikin grup seperti di facebook yang anggotanya cuma orang-orang yang namanya punya unsure Alvianto.[mode genius:on]
Ada yang mau comment ? Mau pasang link ke blognya (asal ada link baliknya) ? Mau ngasih arti nama saya ? semuanya disilahkan ….
http://Kumpulblogger.com/signup.php?refid=11792



Wednesday, October 14, 2009

Demo tapi kok dvd bajakannya laku keras




Datang .. nggak … datang … nggak. Mungkin itulah pikiran Maria Ozawa yang lebih akrab dikenal di dengan nama Miyabi, seorang Jepang yang terkenal dalam perannya di film atau video-video panas asal negeri Sakura tersebut. Miyabi dikabarkan akan membintangi sebuah film Indonesia berjudul “Menculik Miyabi”.
Miyabi memang dikenal sebagai bintangnya film panas. Di internet disebutkan bahwa Miyabi telah menja
di pemeran di ratusan film-film dewasa. Beberapa film bergenre lain dan video klip pun juga pernah diikuti.
Setelah beberapa minggu kabarnya merebak akhirnya menimbulkan kontroversi mulai dari tokoh-tokoh agama, mahasiswa, dan kalangan-kalangan lain. Mulai dari demonstrasi sambil membakar-bakar kertas bergambar Miyabi, mengeluarkan surat penolakan dan bahkan ada sebuah kelompok yang membentuk intel untuk mencegah datangnya Miyabi.
Di lain pihak, pihak produser film mengatakan bahwa kedatangan Miyabi untuk peran dalam filmnya merupakan terobosan baru dalam dunia perfilman nasional. Selama ini, film-film Indonesia secara umum hanya diperankan oleh segelintir artis. Dengan adanya Miyabi, akan memberi warna baru dunia film Indonesia.
Anehnya, meskipun banyak yang kontra dengan kedatangan Miyabi. Di liputan sejumlah TV disebutkan bahwa dvd-dvd bajakan Miyabi menjadi incaran. Padahal mungkin seluruh video yang dijajakan dan itu adalah film dengan genre yang membuat Miyabi terkenal. Stok video bajakan (yang anehnya dijual bebas) Miyabi laku keras.
Rabu,13 Oktober 2009 akhirnya terjawab sudah. Bukan Miyabi yang memilih dia datang atau tidak. Tapi ini adalah hasil dari pertemuan yang diadakan oleh menteri kebudayaan dan pariwisata dengan produser film “Menculik Miyabi”. Dari pertemuan itu disepakati bahwa Miyabi tidak akan datang. Ada yang puas ,ada yang kecewa. Tapi itulah hasilnya. Ujung dari tulisan ini adalah mungkin Miyabi gak jadi diculik.




Tuesday, October 13, 2009

Ada apa dengan tokek ?








Dalam beberapa bulan ini, sangat sering terdengar banyaknya para pencari tokek. Entah apa yang menyebabkan tokek jadi hewan yang sangat diburu dan diperjual belikan dengah harga yang menggiurkan.
Di rumah tinggal saya, ada beberapa ekor tokek yang sering mangkal. Lumayan besar, mungkin bila dikilokan sekitar 3 – 5 ons. Itu dulu, sebelum merebak kabar tentang harga tokek yang selangit melebihi harga mobil atau rumah tinggal. Sejak, kabar itu , si tokek tidak pernah lagi menyinggahi rumah kami. Mungkin , waktu ada yang lagi cerita tentang harganya yang nggak kepalang tanggung, si tokek tidak sengaja mendengarkan pembicaraan kami. Sehingga tanpa pikir panjang langsung kabur. Wakakak.
Di salah satu, situs sosial dan forum diskusi ada yang menawar harga tokek berukuran berat 3 – 4 ons seharga 50 hingga 100 juta rupiah. Bahkan, kalo ada yang ukurannya sekilo mau dibeli dengan harga 1M. Sementara kalau ukurannya di bawah itu, harganya masih normal. Gila nggak ? Siapa yang tidak tergiur. Mungkin itulah , yang menyebabkan tokek-tokek yang mangkal di rumah tidak pernah muncul lagi.
Saat searching di internet, ada beberapa alasan yang membuat harga tokek selangit, meski semuanya sepertinya tidak masuk akal dan terbukti benar. Alasan pertama adalah bahwa tokek bisa bikin kaya. Kalau saat ini, mungkin iya. Maksudnya kalau punya satu tokek aja ukuran sekilo. Bisa langsung kaya. Tapi, menyimak artikel di situs lain, maksudnya mengarah pada hal-ha l takhayul seputar tokek. Kalau masalah ini, saya masih tidak percaya dan belum ada yang membuktikannya.
Alasan kedua adalah tokek sebagai bahan obat. Yang dengar-dengar lagi adalah penyakit yang sampai saat ini belum terbukti berhasil diobati yaitu AIDS. AIDS yang disebabkan oleh virus HIV memang (setau saya) dalam dunia kedokteran belum ada yang dapat menyembuhkan. Yang ada adalah obat-obat untuk mencegah timbulnya penyakit lain karena daya tahan tubuh penderita AIDS yang menurun drastis.
Alasan ketiga, karena suaranya yang khas. Dulu ada tetangga yang memelihara seekor tokek. Tokek itu dimasukkan dalam sebuah tabung bamboo yang sudah diberi lubang. Entah dikasih makan apa. Katanya sich, karena suaranya yang khas. Apalagi di daerah saya ada beberapa masyarakat yang mempercayai bahwa saat memikirkan sesuatu terus disahuti oleh tokek, maka hal yang dipikirkan itu bakal kejadian. Tapi hal ini sangat tidak masuk akal, hanya karena ingin mendengar suara tokek yang khas maka membeli tokek dengan harga yang lumayan gede.
Di sebuah surat kabar online, disebutkan bahwa tokek masih merupakan saudara dari cicak. Maka, penulis mengatakan tidak masuk akal bila ada tokek yang murni tokek yang berukuran sekilo. Lanjutnya lagi, kalau ada tokek ukuran begitu, maka tokek itu mungkin sudah kawin campur dengan spesies lain yang masih dekat yang berukuran lebih besar.
Percaya tidak percaya tapi itulah kenyataan yang ada di sekitar kita. Meskipun pertanyaan yang menjadi judul dari artikel ini masih belum terjawab tuntas. Ada apa dengan tokek ?











Wednesday, August 19, 2009

Rampokkkkkkk ....

Pagi yang melelahkan

Pagi ini merupakan pagi yang berbeda. Sesuai rencana seorang keluarga datang dari kampung dengan menumpang bus dan sampai sekitar pkl 04.00 subuh. Suasana masih sangat sepi dan tidak ada orang yang lari pagi atau semacamnya. Setiba di depan rumah dan busnya telah pergi dua orang berperawakan seperti petugas menghampiri dan menanyakan tentang beliau dan hal-hal lain seperti siapa yang tinggal di rumah, dari mana, apa saja yang dibawa, dan menggeledah. Bahkan karena beliau harus melepas jaket sambil digeledah seperti model-model polisi di layar TV. Awalnya mereka bertanya apa melihat ada orang yang berkelahi di depan jalan rumah yang dekat dengan perempatan blok perumahan. Bahkan dengan meyakinkan sang rampok melihat-lihat sekeliling rumah. Seorang yang lain pun mulai menggedah tas dan barang lainnya. Rampok pun masih dengan modus petugas bertanya tentang KTP keluarga saya itu. Saat dikeluarkan, mungkin rampok melihat uang yang ada.

Tak berapa lama , adik saya bertanya identitas kedua rampok. Berhubung dalam pikiran adik dan keluarga saya itu adalah dua orang petugas yang sedang berpatroli. Tiba-tiba saja, keduanya mengeluarkan badik dan mengancam bahwa bila berteriak mereka akan dibunuh. Langsung mereka kabur membawa uang beberapa juta dan handpone milik adik saya.
Sayangnya kedua rampok itu tidak lagi kelihatan.

Pagi-pagi, kami melapor ke kantor polisi. Di tempat lain, tetangga yang juga masih memiliki hubungan keluarga berkata bahwa seorang keluarganya di daerah sekitar 8 km dari tempat tinggal kami juga kerampokan dengan modus yang sama bahkan sempat menebas kaki korban . Syukurlah, menurut berita tidak apa-apa karena menggunakan jeans.

Pada intinya, kisah di atas adalah sebuah model atau modus perampokan dengan menyamar seperti petugas keamanan / hansip atau polisi pada orang yang baru tiba dengan bus/kendaraan. Melakukan cara-cara petugas dengan menggeledah dan menginterogasi korban yang sekedar trik pelaku. Kemudian saat dimintai identitas mereka mengeluarkan senjata dan mengancam akan membunuh.
Mudah-mudahan banyak yang membaca dan berhati-hati sehingga tidak ada lagi perampokan dengan cara yang sama.


Monday, May 11, 2009

Gw yang nggak mikir atoo.......

Seminggu ini, waktu saya menelpon menggunakan hp meningkat drastis kira-kira 300%. Baik frekuensi maupun durasinya yang -lumayan- di atas rata-rata. Saya berpikir beruntung menggunakan kartu handphone yang dalam iklan saya pahami sebagai bayar seribu trus bisa ngobrol sepuasnya. Mungkin saya yang gak ngehh atau memang iklan produk tersebut yang sedikit menipu sehingga akhirnya pulsa habis. Setelah melakukan cek dan ricek serta investigasi ternyata maksud dari iklan tersebut adalah bayar seribu untuk menelpon selama 10 menit dan seribu lagi untuk 10 menit berikutnya.



Iklan-iklan kartu handphone baik GSM maupun CDMA sekarang beraneka ragam. Sampai menjadi acuh dengan iklan-iklan baru tiap produk. mending setia dengan berbagai alasan terutama bahwa nomor yang saya gunakan merupakan nomor yang disimpan oleh teman-teman dan keluarga yang jumlahnya banyak sehingga untuk konfirmasi penggantian kartu membutuhkan niat dan budget yang besar.
Sayangnya, iklan-iklan yang tayang di TV menurut pengamatan seorang amatir seperti saya, sedikit membohongi para konsumen. gimana enggak, sebagai contoh kartu perdana yang menggunakan slogan gratis internetan (dengan font besar-besaran) kemudian di bawahnya menulis 1 mb per hari ( dengan font yang lebih kecil).
Bagi orang-orang yang menjadi konsumen dengan tingkatan aktivitas yang tinggi (seperti saya , ceilahhh...)kadang-kadang hanya membaca tulisan dengan font yang lebih besar, apalagi kalau tulisan yang lain dibuat sekecil mungkin, yang mungkin diharapkan oleh pembuat untuk tidak dibaca.






Ini hanya catatan unek-unek dari seorang awam yang merasa dibohongi. tapi tenang aja, tetap setia dengan nomor yang sekarang.














[get this widget]

Monday, May 4, 2009

Hari Pendidikan Nasional


Sekedar ingin memeriahkan hari pendidikan nasional beberapa hari yang lalu (02052009). Mungkin bapak2 dan ibu2 serta saudara saudari yang terlibat bisa memperhatikan sketsa wajah pendidikan di negara kita


wajah-wajah yang terikat oleh sistem dan birokrasi







[get this widget]

Thursday, April 30, 2009

Dokter Masa Depan : Tulis resep trus kirim langsung ke farmasi secara elektronik

Postingan ini bersumber dari medscape. Dalam tulisan tersebut disebutkan bahwa sekitar 17 % office-based prescribers beralih menggunakan media elektronik dalam proses peresepan.
Surescript salah satu perusahaan besar yang mengelola cara peresepan berbasis elektronik menyebutkan bahwa pada akhir 2007 hanya terdapat sekitar 6%, pada akhir 2008 meningkat menjadi 12%.

Pada awal 2012, provider yang tidak menggunakan e-prescribing akan dikenai finalti menurut aturan baru Medicare. Pada akhir 2008, sekitar 76% komunitas farmasi dan 6 mail order farmasi memungkinkan peresepan elektronik.

Surescript mengungkapkan cara elektronik telah mengalami peningkatan dua kali lipat menjadi 68 juta tahun lalu tetapi belum berarti apa-ap dibandingkan dengan 4,4 miliar resep yang ditulis tahun lalu.





[get this widget]