Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, September 28, 2010

Invictus

a poet by William Ernest Henley (1849–1903)



Out of the night that covers me,
Black as the pit from pole to pole,
I thank whatever gods may be
For my unconquerable soul.

In the fell clutch of circumstance
I have not winced nor cried aloud.

Under the bludgeonings of chance
My head is bloody, but unbowed.

Thursday, August 26, 2010

Sederhana

Sebagian dariku dan sebagian dari yang kudengar



Aku ingin mencintaimu sederhana

Seperti kata-kata yang tak sempat diucapkan oleh kayu kepada api sebelum menjadikannya abu



Aku ingin mencintaimu sederhana


Seperti isyarat yang tak sempat dititipkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada




Aku ingin mencintaimu sederhana


Seperti titik embun di pagi hari yang lenyap tanpa ucapan selamat pagi pada sang mentari yang meluruhkannya


Puisi "BJ Habibie" untuk istrinya

Entah mengapa , puisi yang tiba-tiba muncul sesaat setelah berpulangnya ibu Ainun Habibie dengan mengatasnamakan bpk BJ Habibie, memiliki kelebihan dari puisi-puisi yang pernah saya baca sebelumnya.




Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Saturday, June 12, 2010

tanpa judul



Ingin kukatakan aku akan bertahan

Selama yang kau mau

Selama waktu untuk meyakinkanmu

Tapi tak ada yang datang

Thursday, February 25, 2010

Bunga Musim Ini

Biarkan bunga di musim itu gugur
Luruh jatuh ke tanah dan tertiup oleh angin barat
Cukuplah keharumannya menjadi kenangan dalam sebingkai memori

Biarlah bunga musim ini berkembang
Menumbuhkann tunas-tunas harapan
Kuncup bunga yang tak lekang oleh waktu
Edelweis abadi

Wednesday, February 24, 2010

Engkau ...

Engkau adalah semilir angin yang dulu pernah menyapaku
Membelai lembut diriku
Engkau adalah secercah harapan yang dulu menyemangatiku
Mengangkatku dari sisi-sisi gelapku
Engkau adalah matahariku yang dulu menyinari duniaku
Hempaskan kegelapan malamku
Engkau adalah mimpi-mimpiku yang dulu menemani saat-saat sepiku
Tinggalkan kesendirianku

Monday, February 8, 2010

Ego Ini Membunuhku

Salah satu puisi lama yang pengen dibagikan :

Hanya ego ini yang aku punya
Bersandar pada dasar yang rapuh
hanyalah mimpi yang belum terwujud

Seperti sesosok burung yang terbang melintasi langit
Berdiri di puncak pelangi
Dan mengibaskan sayap saat hujan datang
Lalu kembali terbang dalam kesombongan
Tak ingin kembali menginjak bumi

Ego inilah yang membunuhku
Saat sayap-sayapku lelah tuk terbang
Ingin terbang tinggi namun tak mampu lagi



Wednesday, February 3, 2010

Tiba-tiba pintu imajiku terbuka

Mampu menerawang dalam kata-kata kias

Lalu hilang tak ada lagi

Hanya sesaat ….


no title


Aku berada dalam dunia kelabu
Dunia yang terus bermetamorfosa
Kadang hampa kadang berwarna

Kadang gelap gulita kadang terang benderang
Kadang beku kadang begitu hangat
Dinamis dalam ketidakteraturan yang teratur






Thursday, June 4, 2009

Untuk Sebuah Kebohongan

Gak tau juga, kenapa file puisi ini dalam laptopq bertajuk Untuk Sebuah Kebohongan. Meskipun begitu, saya masih ingat kalo puisi ini ditulis saat membaca novel yang berjudul Eleven Minutes atau dalam terjemahan Indonesianya menjadi Sebelas Menit karya Paul Coelho. Hanya beberapa gores huruf yang menyatu membentuk makna. Enjoy it ....


Terengkuh engkau dalam nafsu dan kepasrahan
Dalam ketakutan yang tak beralasan
Saat matahari menyinari belahan bumi lain


Menikmati ketelanjanganmu
Saat jiwamu tak di sini bersama ragamu
Saat cahayamu redup dalam kesepian yang tak berbatas
Berlari dari bayang-bayang realita yang sebenarnya berlari di sampingmu


Menyatukan kepedihan dan kenikmatan pada satu momen
Di wajah yang tersenyum dalam sebuah tangisan
Mencari hasrat sejati manusia
Menutupi bagian-bagian rapuh jiwa
Saat kelemahan menjadi kekuatan terdahsyat

Tersembunyi engkau dalam symbol kenajisan

Tempat tak wajar yang wajar
Membiarkanmu menari dalam kepolosan dan kenaifan
Lalu biarkanmu kembali ke dunia nyata dalam menit


Thursday, April 23, 2009

Dengar, Lihat, Rasakan dan Pahami

Untuk sebuah masa lalu
22-23 April 2009

Dengarlah ,
Dalam setiap nafasku ada kusebut namamu
Hentikan setiap debaran yang tak menentu
Terjebak oleh masa lalu

Lihatlah,
Dalam setiap karyaku tergores wajahmu
Dalam goresan hitam putih samar
Tertulis dalam lembaran aneka warna
Meninggalkan jejak dari kisah yang tertinggal
Sisakan puzzle-puzzle tak lengkap yang terlalu sulit untuk digabungkan

Rasakanlah,
Dalam aliran darahku mengalir hasrat untukmu
Berharap suatu saat akan kembali bertemu
Tanpa tahu apa yang akan terjadi
Dalam sesalku yang ternyata adalah keindahan
Tentang perpisahan terakhir yang sudah terlupa

Pertemuan ini bukan kesia-siaan
Meski tak ada yang perlu diharapkan
Tlah tertinggal di masa lalu
Biarlah berjalan sesuai kuasa Tuhan

Mungkin ini hanya nostalgia
Mengenang petualangan-petualangan liar masa lampau
Yang terlalu sulit untuk dilupakan











[get this widget]

Thursday, February 26, 2009

Untukmu Saudaraku

Sesaat kuragu menulis ini
Apakah aku atau kau yang salah
Kau bilang ini perjuangan
Perjuangan apa ?

Di siang terik engkau berdemo meminta BBM turun
Kulihat ayahku menenteng tabung yang masih kosong
Kupandang sayu ibuku mengantri seliter minyak
Apa yang kau perjuangkan sobat
Lalu orang-orang mengemasi sisa puing yang kau hancurkan
Memungut serpihan-serpihan kaca yang kau pecahkan
Menjumput potongan-potongan balok kayu yang entah dari mana

Jujur ....
Aku ragu tentang niatmu
Aku ragu kebulatan tekadmu
Aku ragu semangat yang kau pertahankan di bawah pagar besi yang kau dobrak

Hari ini tawuran
Besok demo
Lusa entah apa lagi
Kapan kau belajar .....

Kutahu niat jujur yang kau bawa
Namun apa yang ada di baliknya kutak tahu
Tapi terlalu banyak yang kau korbankan sobat
Hingga tak sebanding dengan yang kau dapat
Pikirkan dengan otakmu

Di senja hujan masih mengguyur
Saat banjir menghajar bumi ini
Masih sibuk kau tawuran
Lalu demo yang tak kunjung henti
Lalu ....

Apa yang bisa kubanggakan dari perjuanganmu itu
Tak ada senyum yang kulihat saat kupandang orang-orang yang melihatmu
Hanya cibiran dan bahasa-bahasa sinis yang kudapati

Kadang aku bangga padamu
Tapi saat ini
Entahlah ....
Kurasa aku kecewa padamu
Aku .....











[get this widget]

Kutemukan Kau di Angkot Sudiang

Untuk seorang gadis berkacamata berbaju merah dan jins biru yang kutemui malam itu di angkot sudiang

Kutulis segera catatan ini
Agar tak sempat terlupa
Dan menghilang dari memory singkatku
Dan biar menjadi kenangan singkat tentang kau dan aku
Meski tak saling kenal

Kutemukan kau di angkot sudiang
Tanpa rekayasa, tanpa intrik, hanya takdir

Lengan baju merah dan jeans biru menghalau dinginnya malam ini
Wajahmu dibalut kacamata menyiratkan kecantikan alamimu
Dan ditemani sebuah buku symbol kejeniusan

Kutemukan kau di angkot sudiang
Kunikmati perjalanan singkat ini
Meski hanya mampu memandang dan mengagumi dalam diamku
Karena tak siap untuk menanyakan namamu
Biar menjadi misteri
Yang mungkin terungkap dalam perjumpaan selanjutnya
Atau mungkin tidak dan berakhir ditelan waktu

Makassar,21 February 2009 21:47 wita






[get this widget]

Friday, February 6, 2009

Puisi k Illank

Ini ada kayakya dua kerangka puisi yang ditulis ama senior (k' illank,s.ked) yang dia tulis ketik di laptop gue suatu hari di ujung juli pertengahan agustus saat lagi jaga bareng di RS LB. Buat kak Illank, mohon ijinnya untuk dimuat, soalnya menurut gue, puisinya bagus trus daripada mubazir di laptop gak tau mau dikemanain


Ujung july

Dan bermekarlah bunga di ujung july
Dititipkan benih cintah di tanahnya yang lapang
Dan bermekarlah bunga di ujung july
Enggan meranggas seakan tak rela melepaskan
Menandakan kesetiaan pada sebuah penantian
Tak akan kubiarakan setetes air mata membasahi pipinya
Kan kumanjakan dia dengan perhatian dan kasih sayang
Dan kan kubangunkan baginya istana cinta di hatiku



Berita buat kawan...
Kabarkan pada ku tentang kekecewaan
Seperti kecewanya embun pagi ditinggal mentari pagi
Seperti kecewanya batu di dinginnya dasar sungai
Seperti kecewanya
Bersama dengan kekecewaan embun ditinggal mentari pagi, batu didinginya dasar sungai
Maka kukabarkan padamu tentang penantian.............



Kamar koas 19 agustus 2008






[get this widget]

Wednesday, November 19, 2008

Untukmu Saudaraku

Sesaat kuragu menulis ini
Apakah aku atau kau yang salah
Kau bilang ini perjuangan
Perjuangan apa ?

Di siang terik engkau berdemo meminta BBM turun
Kulihat ayahku menenteng tabung yang masih kosong
Kupandang sayu ibuku mengantri seliter minyak
Apa yang kau perjuangkan sobat
Lalu orang-orang mengemasi sisa puing yang kau hancurkan
Memungut serpihan-serpihan kaca yang kau pecahkan
Menjumput potongan-potongan balok kayu yang entah dari mana

Jujur ....
Aku ragu tentang niatmu
Aku ragu kebulatan tekadmu
Aku ragu semangat yang kau pertahankan di bawah pagar besi yang kau dobrak

Hari ini tawuran
Besok demo
Lusa entah apa lagi
Kapan kau belajar .....

Kutahu niat jujur yang kau bawa
Namun apa yang ada di baliknya kutak tahu
Tapi terlalu banyak yang kau korbankan sobat
Hingga tak sebanding dengan yang kau dapat
Pikirkan dengan otakmu

Di senja hujan masih mengguyur
Saat banjir menghajar bumi ini
Masih sibuk kau tawuran
Lalu demo yang tak kunjung henti
Lalu ....

Apa yang bisa kubanggakan dari perjuanganmu itu
Tak ada senyum yang kulihat saat kupandang orang-orang yang melihatmu
Hanya cibiran dan bahasa-bahasa sinis yang kudapati

Kadang aku bangga padamu
Tapi saat ini
Entahlah ....
Kurasa aku kecewa padamu
Aku .....

19 November 2008
http://uploads.bizhat.com/signup.php?ref=attonk
http://klikrupiah.com/register.php?r=attonk

Tuesday, October 21, 2008

Kubenci Kau Sungguh-sungguh

Kubenci kau sungguh-sungguh
Bahkan tak ada hari tanpa membencimu
Bagaikan sampah terjijik yang pernah ada

Kubenci kau tak kenal lelah
Hingga nafasku kadang tersengal
Hingga mukaku kadang memerah dan kedua lenganku bergetar marah
Hingga tak sanggup untuk berkata apa-apa
Saat kau tampakkan muka di hadapku


Kubenci kau bila begini
Berikan cinta yang kadang tak sanggup kubalas
Hingga tak ada detik untuk melupakanmu
Raut wajah dan senyummu
Hingga kata sayang yang slalu kau ucapkan

Kubenci kau karena harapan yang kau beri
Hingga aku tak perlu lagi bermimpi
Karena semua tlah jadi nyata dalam dirimu
Hingga tak ada lagi kebimbangan dalam diriku
Hingga paksa aku berlutut
tuk bilang I love you
070908_14:14@myroom_tsib2no2.

http://uploads.bizhat.com/signup.php?ref=attonk
http://klikrupiah.com/register.php?r=attonk



Belum ada judul

Ada yang kurindukan
Saat kupandangi satu persatu gambar
Menatap senyum-senyum manis dalam bingkai yang tlah usang
Memaknai lekuk-lekuk tawa yang tersimpan




Ada yang hilang
Saat kubaca kembali catatanku
Menikmati setiap goresan pena
Mengenang kenangan yang masih terekam

Adakah yang masih dapat kuselamatkan
Memperbaiki kesalahan lampau
Lalu kembali menyimpan kenangan
Menggores dalam selembar kertas yang baru
Hingga suatu saat
Akupun dapat tersenyum
Menikmati dan mengenang semua
Tanpa ada penyesalan

livingroom tsib2/2 090808 18:19


Saturday, October 18, 2008

Aku kembali kawan

meski tak membawa apa-apa

masih tersisa apa yang ingin kubuang

bahkan mungkin lebih


aku kembali

kembali ke dunia nyata

dunia yang dulu kuhentikan sejenak

untuk berpikir dan merenung

untuk beristirahat dan bermimpi

hingga aku tersadar


aku harus kembali

banyak yang mengharapkanku

banyak yang memintaku

kembali


aku kembali pulang

menyelesaikan yang tak sempat kuselesaikan

menyusun baru hidupku

di dunia nyata


bedroommkl,260908
http://uploads.bizhat.com/signup.php?ref=attonk
http://klikrupiah.com/register.php?r=attonk




Thursday, September 4, 2008

Belum ada judul

Ada yang kurindukan
Saat kupandangi satu persatu gambar
Menatap senyum-senyum manis dalam bingkai yang tlah using
Memaknai lekuk-lekuk tawa yang tersimpan





Ada yang hilang
Saat kubaca kembali catatanku
Menikmati setiap goresan pena
Mengenang kenangan yang masih terekam

Adakah yang masih dapat kuselamatkan
Memperbaiki kesalahan lampau
Lalu kembali menyimpan kenangan
Menggores dalam selembar kertas yang baru
Hingga suatu saat
Akupun dapat tersenyum
Menikmati dan mengenang semua
Tanpa ada penyesalan

livingroom tsib2/2 090808 18:19


Tuesday, September 2, 2008

Kuputuskan untuk Menyerah


(1 September 2008)

Kawan,
Kaki tak sanggup lagi melangkah
Ingin berhenti sejenak
Menghela napas yang tlah mencapai tenggorokanku
Mengusap keringat yang meleleh

Sahabat,
Lanjutkan perjalanan ini
Akan kususul nanti
Saat batin dan ragaku tlah siap
Memulai kembali apa yang saat ini kutinggalkan
Meretas semangat yang baru

Ada yang ingin kucari
Ada yang ingin kudapatkan
Sendiri
Tidak dengan siapa-siapa

Bukan tentang siapa-siapa
Ini pergulatan dengan diriku
Yang sampai sekarang tak bisa kumenangkan
Hingga kuputuskan untuk menyerah sejenak


Earn Money for Sharing Files