Related Posts with Thumbnails

Review : Ways To Live Forever

Setelah Aku Pergi

Yang dimaksud Granny, mati itu adalah tahap selanjutnya dalam kehidupan. Seperti berubah menjadi Spiderman, merupakan tahap selanjutnya dalam kehidupan Peter Parker. Jadi, kita tidak perlu takut, kita seharusnya antusias. Tapi aku tidak takut kok. Mati kan Cuma kembali ke tempat kita berada sebelum kita dilahirkan , dan tidak ada orang yang takut pada masa sebelum mereka dilahirkan.

Satu novel lagi akhirnya selesai gue baca. Judul aslinya Ways to Live Forever karya Sally Nicholls yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Setelah Aku Pergi oleh Tanti Lesmana. Novel ini diterbitkan oleh Gramedia dengan tebal 216 halaman.

Novel ini bercerita tentang Sam Oliver MCQuenn yang menderita suatu penyakit kanker darah yang dalam bahasa medisnya leukemia limfoblastik akut. Novel ini seperti buku harian atau diari Sam di 3 bulan terakhirnya menjelang ajal. Novel ini berisi tentang daftar-daftar , cerita-cerita, foto-foto, pertanyaan-pertanyaan dan keinginan-keinginan yang dikumpulkannya sebelum ia meninggal.


Yang menarik adalah bagaimana ia menghadapi kematian, tidak dengan ketakutan melainkan pandangan memaknai hidupnya setiap hari agar bisa menjadi kenangan yang indah. Hari-hari yang dilaluinya dengan ayah, ibu, adiknya Ella, granny, Mrs. Willis, Annie dan keluarga yang lain ditulis sangat menarik. Ditambah dengan kalimat-kalimat menggugah semangat.
Novel ini dapat mengubah pandangan tentang kehidupan dan kematian, bagaimana memaknai hidup, dari seorang anak berusia 11 tahun .
Buku ini telah memperoleh beberapa penghargaan diantaranya Winner of the Waterstone's Children's Book Prize 2008, Glen Dimplex New Writer of the Year 2008, Shortlisted for Brandford Boase Award 2009. Info terbaru bahwa novel ini telah difilmkan dengan pemeran Emilia Fox, Ben Chaplin dan Robbie Kay sebagai Sam. Film akan dirilis tahun 2010 ini (dikutip dari waystoliveforever.co.uk).
Dua jempol deh buat buku ini.





Lanjut membaca “Review : Ways To Live Forever”  »»

Review : The Doctor

Catatan Hati Seorang Dokter


Prolog buku ini dimulai dengan pepatah lama Health is not everything but without health everything is nothing. Buku yang ditulis oleh Dr. Triharnoto, MBA,MSc,SpPD ,seorang ahli penyakit dalam, ini memuat tentang opini-opini yang sering menyentuh profesi petugas kesehatan dengan dokter sebagai pelaku utamanya.
Mulai dari bagaimana hubungan dokter dengan pasien, harga obat yang mahal, tuntutan pasien, keterbatasan fasilitas di pusat-pusat kesehatan, pendidikan dokter yang dianggap mahal dan isu-isu lain yang terkait dengan profesi dokter. Menurut saya, buku ini adalah salah satu buku yang secara adil memandang hubungan antara dokter pasien. Tidak mencari kambing hitam siapa yang salah tetapi mencoba secara diplomatic untuk sama-sama memahami profesi dokter dan menghargai pasien. Buku ini menjembatani antara harapan dokter dan pasien serta keluarganya.
Beberapa bagian dari buku ini, juga menjadi refleksi dalam menjalani proses dunia perkoasan, misalnya saat dikomplain oleh anggota keluarga yang sakit tentang kesembuhan pasien. Atau saat pasien – dari pandangan saya secara subjektif – tidak sepantasnya mendapatkan fasilitas jaminan sosial seperti askeskin atau jamkesmas mendapatkannya sementara ada orang lain yang sewajarnya mendapat jaminan tidak mampu berbuat apa-apa karena tidak terdaftar.
Secara subjektif buku ini sangat recommended untuk dibaca tidak hanya untuk orang-orang yang selalu berhubungan dengan dunia kesehatan tetapi juga untuk kalangan umum.
Bagian yang paling menarik bagi saya adalah kumpulan kata-kata berikut :
Menyesal bukan karena kegagalan, menyesal bukan karena kekalahan, menyesal bukan karena semata-mata kesalahan. Penyesalan yang sebenarnya adalah karena kita telah kehilangan kesempatan untuk meraih apa yang kita inginkan. Karena kesempatan atau waktu adalah suatu realitas absolute yang tidak bisa mundur kembali ke belakang,, seperti kaset yang bisa diputar ulang.
Di sini tidak ada lagi Andaikata. Andaikata ini, andaikata itu maka saya akan begini atau begitu. Karena kesempatan sudah lewat. Andaikata hanya berlaku bila sesuatu belum terjadi, sehingga kita bisa memilih.





Lanjut membaca “Review : The Doctor”  »»

Ego Ini Membunuhku

Salah satu puisi lama yang pengen dibagikan :

Hanya ego ini yang aku punya
Bersandar pada dasar yang rapuh
hanyalah mimpi yang belum terwujud

Seperti sesosok burung yang terbang melintasi langit
Berdiri di puncak pelangi
Dan mengibaskan sayap saat hujan datang
Lalu kembali terbang dalam kesombongan
Tak ingin kembali menginjak bumi

Ego inilah yang membunuhku
Saat sayap-sayapku lelah tuk terbang
Ingin terbang tinggi namun tak mampu lagi



Lanjut membaca “Ego Ini Membunuhku”  »»

Tiba-tiba pintu imajiku terbuka

Mampu menerawang dalam kata-kata kias

Lalu hilang tak ada lagi

Hanya sesaat ….


Lanjut membaca “ ”  »»

no title


Aku berada dalam dunia kelabu
Dunia yang terus bermetamorfosa
Kadang hampa kadang berwarna

Kadang gelap gulita kadang terang benderang
Kadang beku kadang begitu hangat
Dinamis dalam ketidakteraturan yang teratur






Lanjut membaca “no title”  »»

Catatan Akhir Tahun : KAPAN KAMU SELESAI ?

Pernah lihat iklan KB gak ? Iklan yang bercerita tentang seorang ibu yang bertanya kepada anak perempuan dan pacarnya kapan kamu menikah ? Setelah sang anak menikah, pertanyaan berikutnya muncul, kapan punya anak ?setelah memiliki satu anak, muncul lagi pertanyaan sang ibu yang telah menjadi nenek kepada cucunya, kapan kamu punya adek ?


Iklan ini menjadi semacam dejavu buat saya. Memiliki sedikit banyak kemiripan dengan peristiwa-peristiwa yang pernah saya alami dan kemungkinan akan saya alami lagi. Pertanyaan untuk saya, bukan pertanyaan tentang kapan kamu menikah karena pertanyaan itu adalah pertanyaan yang belum waktunya untuk ditanyakan. Bahkan orang tua melarang untuk menikah dalam waktu dekat.Alasannya, memangnya kamu mau kasih makan batu anaknya orang ? dan alasan kedua adalah karena pertanyaan yang belum saya jawab.

Kapan kamu selesai ? Maksudnya kapan selesai wisuda dan mengakhiri status sebagai mahasiswa S1. Pertanyaan yang sampai saat ini belum bisa dipastikan kapan terjawab.

Suatu waktu dalam percakapan ringan dengan seorang sahabat yang telah wisuda. Ia pun mengamini bahwa pertanyaan itu selalu menjadi pertanyaan yang mutlak dari orang tua kepada anaknya yang telah dua tiga tahun kuliah tapi belum selesai-selesai. Tentu saja , dari perspektif orang tua, orang tua ingin melihat anaknya segera berhasil menyelesaikan kuliahnya, meraih sarjana, salah satu kebanggaan bagi orang tua.

Sejak SD, Pertanyaan ini selalu ditanyakan terutama bila ada kerabat yang berkunjung ke rumah. Saat melihatku, entah sebagai basa basi atau benar-benar bertanya, PIRANRA MU TAMMA’ ? Dalam bahasa Indonesia berarti Kapan Kamu Tamat ? - tergantung waktunya, saat SD tentu saja maksudnya kapan tamat SD , dan jenjang pendidikan berikutnya hingga kuliah.
Saat ini, saya tertahan lagi di pertanyaan “kapan kamu selesai ?” Tapi setelah itu, akan muncul juga pertanyaan yang dalam iklan KB yang saya nonton. Kapan kamu menikah ? Kapan punya anak ? kapan ….

Harapannya, semoga jawabannya mirip pula dengan yang di iklan KB, Bidan anda punya jawabannya. Tentu saja kelulusan saya tidak ditentukan oleh bidan. Anak anda yang tau jawabannya, harap bersabar, Tuhan selalu punya waktu yang tepat untuk menunjukkan mukjizatnya.
31 Desember 2009
22:44 WITA

For my parents :
Mom and dad, I can’t promise you about when but always pray for me , your son, hopefully this year 2010 I will give you the answer.





Lanjut membaca “Catatan Akhir Tahun : KAPAN KAMU SELESAI ?”  »»

Dia yang Namanya Tak Perlu Disebut

Menulis note tentang seseorang sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah. Maka note ini pun tentang seseorang – tepatnya seduaorang.
Namanya tak perlu disebut, tapi bila ada yang mengerti dan memahami ceritanya tolong jangan sebut merek. Sebut saja namanya Mary Jane karena rambut pacar Spiderman itu hampir sama panjang dengan rambutnya. Itu dalam pikiranku. Mungkin saja rambutnya saat ini sudah panjang. Yang pasti dia tidak mungkin bikin botak rambutnya kecuali dengan alasan yang benar-benar tidak dapat terbantahkan.
Alkisah, beberapa tahun yang lalu saya bertemu dengan orang ini. Seingatku, aku pertama bertemu dengannya di sebuah sesi kursus matematika yang diadakan oleh seorang guru di rumahnya. Terakhir saya bertemu dengan orang ini beberapa bulan yang lalu saat ia dan seorang kawan dekat datang berkunjung ke rumah. Setelah itu, tak ada pertemuan, hanya beberapa sesi percakapan melalui telpon yang tiba-tiba berakhir tanpa alasan yang jelas.
Wajahnya tidak mengingatkan pada sosok artis tertentu. Sebaliknya, saat melihat acting atau acara yang ada Laura Basuki-nya saya teringat pada sosok ini. Terlebih ada seorang pemain FTV yang sangat mirip dengan orang yang saya maksud. Entah siapa namanya.
Saya tidak ingat bagaimana awal pertemuan kami, kami juga tidak dekat bahkan terkesan saling menjaga jarak dengan alasan yang sampai saat ini tidak saya pahami. Mungkin hanya sebatas egoisme yang terlalu dominan dan terlalu dipaksakan sebagai romantisme masa SMA . Untuk lebih jelasnya baca .
Kembali pada sosok ini. Penilaian “kasarku” tentangnya adalah bahwa ia adalah pribadi yang menarik, misterius, cantik, dan beberapa penilaian yang sulit untuk dicari padanan katanya. Mungkin hanya bahasa hati yang bisa menjelaskannya. Pada dasarnya ia adalah pribadi yang menarik.
Bila memandang beberapa tahun kebelakang kisahku dengannya yang sulit diungkapkan dalam bentuk apa – pacaran bukan, cinta monyet gak tahu / butuh klarifikasi, gak jelas – telah menjadi sebuah kisah klasik yang bahkan sejak SMA menjadi bahan cerita yang tak ada habisnya.
Pada dasarnya tulisanku ini untuk menentukan arah menjadikan kisah klasik ini berakhir dengan lebih indah setidaknya dalam sebuah bentuk pertemanan.
Sangatlah mudah untuk menemukanku. Dalam dunia nyata mungkin jaraknya tak lebih dari 1 km saat kesendirianku di rumah membuatku untuk memutuskan menginap di sekret KMK UNHAS, dalam dunia maya cukup membuka google dan menuliskan keyword nama lengkapku bahkan nama panggilan. Maka akan keluar beberapa pilihan yang mengarahkan pada blog, friendster, kombes atau facebook ini. It’s easy to looking for me.
At least, ada yang kenal orang yang dimaksud ? Btw, sekali lagi tolong jangan sebut nama cukup inisialnya saja.





Lanjut membaca “Dia yang Namanya Tak Perlu Disebut”  »»