Thursday, October 22, 2009

Tuberculosis vs Multiple Sclerosis



Beberapa minggu belakangan ini, saya disibukkan dengan menonton seri House,MD yang hingga saat ini sudah memasuki season yang keenam. Ceritanya mengenai seorang dokter jenius yang memimpin sebuah tim diagnostic di RS Princeton Plainsboro. Episode-episodenya menceritakan mengenai cara dokter menegakkan diagnosis pasien-pasien yang dihadapi dengan menambahkan kisah-kisah hidup pemerannya.
Dari beberapa judul episode yang dikisahkan, banyak disebutkan differential diagnosis atau diagnosis banding yang akan dikerucutkan menjadi diagnosis melalui pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan radiologi. Hasil pemeriksaan tersebut akan merujuk pada satu atau beberapa diagnosis yang mungkin berkaitan atau sebagai koinsidens.
Mungkin karena dalam serial ini tokoh utamanya adalah ahli neurologi, nefrologi , kardiologi maka beberapa diferensial diagnosis yang sering muncul seperti MS (multiple sclerosis), Behcet Disease, Wilson Disease, Tuberous Sclerosis, dan penyakit-penyakit lain yang jarang dan tidak pernah ditemukan di rumah sakit bahkan mungkin tidak pernah saya baca sebelumnya. Hanya beberapa yang pernah saya temui di klinik seperti Bell's Palsy.
Sementara yang sering dijumpai di rumah sakit seperti TB , DM, Sirosis Hepatis, Malaria dan sejenisnya malah tidak atau sangat jarang menjadi differential diagnosis atau diagnosis banding. Apalagi untuk menjadi ujung dari cerita episode yang ditampilkan.
Beberapa hal yang mungkin menjadi alasan adalah faktor demografi. Serial tersebut diproduksi di Amerika sementara kita hidup di Indonesia. Seperti diketahui bahwa faktor-faktor seperti jenis kelamin, umur, ras, demografi dan banyak faktor lain mempengaruhi persebaran penyakit.
Hal kedua yang mungkin adalah perbedaan kemampuan untuk mendiagnosis. Ini bisa disebabkan oleh kemampuan dokter sebagai pembuat diagnosis yang masih belum maksimal.
Hal ketiga adalah sarana-sarana atau perangkat-perangkat untuk menegakkan diagnosis yang kurang dibandingkan dengan di Amerika. Misalnya saja, alat seperti MRI, CT Scan, atau mesin-mesin laboratorium yang kurang mencukupi dibandingkan dengan negara-negara lain.















No comments: