Sunday, July 6, 2008

Antivirus terbaik08

Pusing dengan virus win32.virut.q yang menyerang kompiq, gue akhirnya buka2 situs dan menemukan file ini !!!

Antivirus Terbaik 2008

Di kuarter pertama tahun 2008 ini, AV-test.org yang bekerjasama dengan AV-Test GmbH (Jerman) selesai mengadakan berbagai test membandingkan sekitar 28 Antivirus. Semua produk diambil dari versi terbaik yang diupdate pada tanggal 7 Januari 2008 dan ditest didalam sistem operasi Windows XP SP2 (English). Hal ini tentu saja merupakan Informasi dan test yang sangat bermanfaat sebagai referensi untuk memilih Antivirus.

Pengetesan-pengetesan itu adalah sebagai berikut :

* Signature-based test
* False-Positives-Test ( kesalahan mendeteksi virus )
* Proactive detection
* Reaction times
* Rootkit detection (12 active samples)

Test ini untuk mengetahui akurasi Antivirus mendeteksi berbagai jenis virus yang ada. Pengetesan digunakan sample berbagai virus, trojan horses, backdoors, bots dan worm yang berjumlah lebih dari 1 juta (1.024.381 sample). Semuanya merupakan mallware yang menyebar selama 6 bulan terakhir. Pengetesan dilakukan dengan memberikan rating “very good” (++) terhadap Antivirus yang mampu mendeteksi lebih dari 98% mallware tersebut.

Pengetesan kedua dilakukan untuk mengetahui prosentase kesalahan mendeteksi file yang bersih. Untuk ini digunakan 65.000 clean files, dan hasilnya memberikan predikat “very good” (++) jika antivirus tidak mendeteksi kesalahan.

Proactive detection untuk mengetahui seberapa aktif Antivirus mampu mendeteksi virus-virus baru atau kemampuan mendeteksi ketika database virus belum diupdate ( misalnya belum diupdate selama satu mingggu ), selain itu juga kemampuan mendeteksi terhadap virus yang senantiasa merubah diri. Reaction times merupakan test untuk mengetahui seberapa cepat perusahaan Antivirus menanggapi menyebarnya virus baru, berdasarkan 55 sample di tahun 2007. Jika reaksi yang diberikan kurang dari 2 jam akan diberikan predikat “very Good” (++). Test terakhir untuk mendeteski keberadaan Rootkit, dengan menggunakan 12 sample.
Urutan Virus terbaik versi ebsoft berdasar test-test (3 test pertama) diatas :

1. AntiVir. Hampir disemua test mempunyai hasil yang sangat bagus. Ditambah lagi Antivir menyediakan versi Gratis, walaupun tidak semua fasilitas disediakan. Memang kadang masih salah mendeteksi beberapa file yang bersih sebagai virus. Antivir Web site
2. AVK 2008. Antivirus ini mungkin jarang kita dengar di negeri kita, tetapi berdasarkan test diatas, menduduki peringkat tertinggi dalam mendeteksi virus. Tetapi hal ini harus dibayar dengan kesalahan mendeteksi yang dihasilkan. Selain itu AVK merupakan antivirus berbayar, belum ada versi gratisnya. Selengkapnya bisa dilihat disini GData Secutiry Labs
3. Avast. Hasil mendeteksi virus cukup bagus. Selain itu Avast juga juga menyediakan versi gratis, yang bisa di download langsung dari websitenya. Selengkapnya disini
4. Trend Micro. Selengkapnya disini Trend Micro
5. Symantec. Selengkapnya buka Symantec web site
6. AVG. Versi gratis bisa download di http://free.grisoft.com
7. BitDefender. Selengkapnya tentang BitDefender disini
8. Kaspersky. Selengkapnya



Referensi

* http://blog.chip.de/0-security-blog/security-suiten-2008-im-test-q12008-20080122/
* http://www.av-test.org/
* http://news.softpedia.com/news/The-Best-Antivirus-in-2008-77419.shtml

Sumber : http://ebsoft.web.id/2008/02/03/antivirus-terbaik-tahun-2008/

Thursday, July 3, 2008

Firefox Download Day

Hari ini ada pemberitahuan dari Mozilla Firefox kalau mereka berhasil meraih Guinness Book of Record atas download software terbanyak dalam 24 jam.

Berikut petikan dari email mozilla
We did it!

We set a Guinness World Record for the most software downloads in 24 hours. With your help we reached 8,002,530 downloads.

You are now part of a World Record and the proud owner of the best version of Firefox yet!

Don't forget to download your very own certificate for helping set a Guinness World Record.
Pledge Map

If you prefer to no longer receive emails from Mozilla concerning Download Day, you may unsubscribe here

The sender of this email is Mozilla Corporation, 1981 Landings Drive, Bldg. K, Mountain View, CA 94043-0801.

Tuesday, June 24, 2008

Bizhat.com

Baru-baru aja gue ngedaftar di bizhat file hosting di bizhat.com . prosesnya gak lama cuma butuh waktu sekitar 1 menit dan jadi dah lo da kedaftar jadi member. lumayan kan.

BizHat File Hosting
Host your files with BizHat FOR FREE!
1. Select your file and press upload
2. Receive download-link and share it
Allowed file types: wma, wmv, mpg3, mpg, mpeg, avi, mov, jpg, jpeg, gif, bmp, png, tiff, txt, flv, zip, rar, gz, rm, mp3, doc, xls, wav, pdf, exe
Upload-Limit: Unlimited! (Max. 200 MB per file! Split-Archives allowed!)
Download-Limit:Unlimited! (Some files have 100.000 Downloads!)

Monday, June 23, 2008

Antiklimaks di awal minggu

Masih bersisa sisa jaga siang kemarin dan semalam. Itulah pengalaman kalo jadi anak koass minggu pertama, pasti dapat jatah jaga hari minggu. Benar-benar gak mengenakkan bila nggak dibawa nyantai. Bayangin saja kalo koass lain bisa beristirahat ato beres2 hari minggu, kita malah masih jaga. so pasti waktu untuk beresin ini dan itu udah mepet gak banyak waktu lagi. Belum lagi minggu pertama adalah ujung tombak atau prajurit yang paling pertama berkorban.
Awal minggu dua merupakan antiklimaks semuanya, dengan alasan yang jelas meski sedikit memaksakan tanpa bisa berkelit langsung aja kita seminggu kena tembak. bukan tembak dengan senjata api atau seperti anak SMU yang lagi fell in luv tapi tembak jaga. Emang sama seperti tembak dengan senjata,sama2 gak enak. Mood gue tambah parah aja dengan flu yang mulai menyerang sejak sehari sebelumnya. plus residen yang belum2 visite bikin kering kerongkongan karena kehausan dan kelaparan. Emang anak2 koass yang gak disiplin, belum jam istirahat udah kebiasaan nongkronk di kantin atau warung makan.

Monday, June 2, 2008

Gejolak Emosi di awal bulan Juni

Hari masih remang-remang, mungkin masih jam 6 am saat seorang perawat pria datang ke poli untuk memberitahu bahwa ada pasien konsul di bangsal. Kami yang bertugas jaga pagi tentu saja tidak mengharapkan adanya keluhan-keluhan ataupun pasien baru di masa-masa injury time pergantian jaga.
Flash back keadaan semalam, semua terkendali. hanya ada satu panggilan di bangsal yang jauhnya sekitar 100-150 m dari poli tempat kami stand by untuk jaga. Dokter residennya sendiri bertugas jaga dengan sistem on call. Jadi boleh dikatakan koass adalah ujung tombak tiap kali ada pasien baru ataupun keluhan2. Kalaupun keluhannya ringan, koass dapat mengambil kendali seperti misalnya pasien demam, yang jaga tak perlu menelpon dokter malam-malam hanya untuk menanyakan tindakan untuk pasien. Paling-paling keluarga pasien diminta untuk mengompres pasien atau kalau udah tinggian dikit bisa resepkan PCT.
Seperti tadi malam, pasien adalah penderita dengan riwayat gigitan anjing yang suspek rabies. Pasiennya da mulai mengacau, takut air , dan gejala2 lain yang menunjang rabies. Keluarganya pengen minta penjelasan mengenai keadaan pasien, padahal waktu jaga siang, dokter sudah datang dan menjelaskan baik-baik keadaan pasiennya. Akhirnya, di tengah malam yang sepi kamipun menengok keadaan pasien, memberi sedikit semangat dan bukan harapan kosong ( itu yang selalu seorang residen ingatkan kepada kami, 'jangan pernah memberi harapan kosong kepada pasien, lebih baik jelaskan keadaan pasien dengan jelas biar pasien bisa menerima keadaannya.
kembali ke keadaan pagi ini, kami berjalan ke bangsal yang sama dengan bangsal pasien yang kami kunjungi semalam. Ternyata, itu hanyalah alasan perawat yang bertugas jaga di sana untuk memastikan kami datang dan mendengarkan kata2 yang seperti merendahkan kami. Seorang teman jagaku, sudah tak dapat mengontrol emosi. Maklumlah dia lebih senior,sementara perawat yang mendamprat kami mungkin baru setahun diangkat. Bukannya mau membeda-bedakan antara perawat, koass dan residen, malahan seharusnya di antara sesama paramedis saling akrab dan membantu. Malah perawat itu ngerocos karena menganggap bahwa kami tidak mengunjungi keluarga pasien yang semalam.
Entah berapa lama, emosiku bergejolak meski masih dapat tertahankan. Teman jaga menjelaskan bahwa memang perawat bangsal di lantai itu memang rese. Ya apa boleh buat terima aja dulu.
Kejadian seperti ini sangat sering terdengar, seperti ada gap antara satu profesi dengan profesi lain meski sama-sama bekerja di bidang kesehatan. Tidak dapat dipungkiri, kadang ada pula dokter yang terlalu keras terhadap perawatnya. Seharusnya, hubungan antara perawat, dokter, koass dan apapun itu profesinya berjalan dengan baik. Dapat saling membantu.
Mudah2an paramedis lainnya, mau perawat, mau dokter, atau apapun dapat memperbaiki hubungan demi kenyamanan bekerja.

Sunday, May 25, 2008

240508

Poli Saraf 28.05.08
18.30

Hari ini adalah jadwal jaga siangku, bersama seorang teman harus stand by menunggu kalau-kalau aja ada pasien saraf yang masuk ugd. Tapi ini bukan cerita tentang kisah jagaku hari ini tapi cerita saat jaga beberapa hari yang lalu.
Sabtu,24.05.08 10.00 am
Hari itu, aku harus jaga pagi di RS XXX , di rumah sakit ini, hari sabtu adalah hari libur poliklinik. Jadinya, semua pasien yang ingin berobat akan diterima melalui UGD. Karena beberapa hari ini, pasien saraf banyak dalam artian kemaren2 yang masuk tiap kali jaga dalam interval 1 - 5 pasien(kalau dibandingkan minggu sebelumnya , sangat jauh berbeda) makanya daripada bolak-balik bangsal-UGD mending stand by di UGD menemani teman2 koass interna yang stand by di UGD. Subjek ceritanya bukanlah saya sebagai koass neuro atau pasien neuro yang datang tapi malah pasien kulit.
Lo kok bisa ???
Ya iya bisa, kronologisnya begini 10 am itu ada pasien kulit yang datang di UGD non bedah. Di RS ini, dokter kulitnya jaga dengan sistem on call. Jadi kalau ada pasien mereka baru berangkat dari rumah masing2 ato dari t4 nongkrongnya. Yang berbeda dari pasien ini adalah dia bukan berkebangsaan Indonesia apalagi bersuku Bugis, Makassar atau Toraja yang biasanya datang berobat melainkan seorang TKJ alias tenaga kerja Jepang. He he he. Orang Jepang ini, gak fasih berbahasa Indonesia, so sebagai bahasa komunikasi antara dokter dan pasien adalah bahasa Inggris.
Pasiennya sich lumayan dalam bahasa Inggris tapi dokternya ini yang entah emang nggak terbiasa ato emang gak bisa berbahasa Inggris.
Pasiennya sebut aja Rie (biar sedikit jepang) trus dokternya Dr M
D : Selamat pagi
R : Oh, zellamat pagi. - sambil liatin kamus yang dia bawa
D : Bisa bahasa Indonesia
R : little
D : Ok. Can I help u ??
R : Ya, kaki saya merah-merah, mungkin digigit nyamuk (udah ditranslate into Indonesia)
D : Swell ? swell ? (gak diedit )
R : Yes
dst..
yang pasti dokternya dan perawat2 di situ seperti paham gak paham. Sementara aku??? ya cuman sebagai penonton kadang juga ketawa ditahan2 biar gak ada yang marah.
Tapi itulah kenyataan. paramedis di rumah sakit XXX gak semuanya fasih berbahasa Inggris, padahal kalo diitung2 era globalisasi da gak lama lagi.
Pokoknya ambil de kesimpulan kamu masing2 dari sepenggal kisah di atas ...

Wednesday, May 21, 2008

Kmr koass 20 Mei 08

Kamar Koass 20 Mei 2000

Ini adalah cerita beberapa njata kedjadian beberapa djam jang laloe di UGD nonbedah dengan perubahan seperlunya selain lupa lirik juga biar lebih enak dibaca dan mudah dimengerti.
Meskipoen hari ini adalah hari peringatan kebangkitan Indonesia tapi malam ini harus kulalui dengan berdjalan menjusuri koridor2 RS.
10.00pm 20 Mei 2008
Perawat 1 : Hei, pak Ismail itu sudah di ronsen toraks ! kenapa sekarang dironsen lagi ?
Perawat 2 : Ismail yang mana ? Drs Ismail ato Ismail **** ? Memang kalo ismail ***** sudah tapi kalo yang doktorandus belum.
Perawat 1 : Yang mana yang doktorandus ?
Perawat 2 : Yang tadi di situ ! - menunjuk tempat di pojok ruangan UGD -
Perawat 3 : Bukannya itu yang sudah tadi ???
Perawat 2 : Bukan, jang tadi itu yang di sebelah sini. - menunjuk tempat di sebelah meja obat -
Dan dimulailah perdebatan itu. Untunglah setelah beberapa lama perawat radiologi datang dan ternjata perawat 2 yang benar. Tapi bagaimana kalau perawat 1 yang benar ?
Tentu hasilnya akan merugikan pasien, selain harus membajar dobel, sang pasien pun akan menerima resiko dobel dari ronsennya itu, meskipun dosis yang dipakai untuk ronsen itu sudah disesuaikan dengan tingkat kemampuan manusia menerima sinar X tapi gimana kalo sang pasien menerima dobel pada saat yang hanya berselang beberapa saat.