Tuesday, July 22, 2008

AMMP

Sebuah puisi yang sudah cukup lama gue tulis, pernah publikasi di mading sekolah tapi pasti sudah terlupakan. Awalnya, merupakan bentuk protes terhadap kepsek waktu itu karena begitu banyaknya pungutan tanpa perhatian yang cukup terhadap lembaga OSIS sehingga tampaknya OSIS harus kerja sendiri. Tapi, melihat kenyataan sekarang, kayaknya puisi ini masih relevan meski tidak lagi untuk kepsek gue yang dulu tapi "pemimpin" yang lebih luas. Mohon komennya !!!

Aku Malu Menjadi Pemimpin

Aku malu seandainya menjadi seorang pemimpin yang kerjanya hanya duduk-duduk
Menantikan datangnya uang haram yang dihalalkan
Mencari segala cara untuk korupsi

Aku malu jika menjadi pemimpin pengecut ,munafik pura-pura diam
Berceramah panjang lebar tentang kejujuran dan sikap taqwa
Namun di belakang bermuka dua

Aku akan malu menjadi seorang kepala
Yang tak dianggap dan dihormati malahan dilecehkan oleh anak buah
Tak memiliki wibawa dan karisma, dipergunjingkan dan digosipkan di mana-mana
Menjadi bahan cerita yang tak habis-habisnya hanya karena ulahku yang tak masuk akal

Aku sungguh-sungguh malu menampilkan kesan bermuka tembok
Tak melihat, mendengar dan merasa laksana orang buta, tuli dan beku hati

Aku akan malu besar
Mukaku menjadi semerah saga, bara api yang menyala
Slalu mencari ide memeras bawahan, memotong ”harta” yang bukan hakku
Menyerobot sampai hal-hal terkecil
Membuat biaya yang tiada menjadi ada hanya untuk mengisi kantong jas dan safari
Penuhkan dompet kulit

Aku malu jika menjadi pemimpin yang duduk-duduk dalam kantor mewah , luas dan megah
Bagaikan museum yang diisi barang langkah dan unik termasuk aku yang egois, tamak dan serakah
Aku hanya duduk menekan ini dan itu berkeliling dalam dunia maya
Sementara menyaksikan bawahanku bermandi kering menyambung hidup

Aku melupakan janji dan sumpahku saat pertama diangkat
Mengubur harapan orang-orang di sekelilingku, di antara sekian rekan-rekan kerja yang terlupa jasanya
Berada setingkat di atas mereka yang kubuat semakin menjauh

Aku malu seandainya menyalahgunakan amanah dan amanat
Perintah dan pesan dari para pendahuluku
Memperbaiki menata ulang lingkungan kerjaku

29 November 2003

No comments: