Showing posts with label koass. Show all posts
Showing posts with label koass. Show all posts

Saturday, May 15, 2010

Saat calon dokter harus turun ke jalan

Siang terik tak menghalangi rombongan itu untuk turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka. Memang pemandangan yang langkah, mereka yang sering terlihat di rumah sakit , menerima dan mendengarkan keluhan pasien malah membawa-bawa abbocath dan spoit di jalan meminta untuk didengarkan keluhannya. Semua itu tak lepas dari peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan. Peraturan Gubernur Sulsel nomor 28 tahun 2010 tentang Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan Pemprov Sulawesi Selatan yang ditandatangani tanggal 14 April yang lalu.
Salah satu aturan yang termuat adalah (dikutip dari salah satu surat kabar local) calon dokter yang menjalani pendidikan untuk dokter umum (coas) harus membayar Rp. 60 ribu perminggu, dokter spesialis (residen) harus membayar Rp. 75 ribu dan perawat Rp. 50ribu perminggu di semua rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah provinsi.
Dalam surat kabar yang sama, disebutkan sekretaris Pemprov mengatakan bahwa retribusi pelayanan kesehatan tidak dibebankan kepada mahasiswa yang melakukan pendidikan praktik di rumah sakit Pemprov Sulsel. Retribusi itu dibebankan kepada institusi pendidikan yang menempatkan coas, perawat dan residen di rumah sakit milik Pemprov Sulsel.

Thursday, August 20, 2009

Puskesmas ....

Dua minggu kemarin, saya dan 8 orang teman ditugaskan untuk stase di puskesmas sebagai bagian dari kepaniteraan klinik di IKM. Percaya atau tidak, beberapa hal berbeda dengan apa yang selama ini didapatkan di kepaniteraan klinik. Beberapa hal yang menarik perhatian adalah ....
1. Puyer ... puyer ... puyer ....
Beberapa bulan yang lalu, media-media terutama media elektronik seperti televisi meliput mengenai penggunaan puyer pada anak. Menurut ahli yang diwawancara bahwa semua obat untuk anak terutama balita telah tersedia dalam bentuk liquid atau syrop (baca sirup.red). Tapi, ternyata puskesmas yang berada di ibukota provinsi dan dekat dengan sarana kesehatan lain termasuk rumah sakit rujukan ternyata masih meresepkan puyer. Puyer yang diresepkan terutama puyer flu untuk pasien anak yang disingkat PF alias puyer flu yang berisi ctm, dexa, GG, dll.
Setiap kali dokter meresepkan obat pada pasien anak, dokter masih bertanya " Apa anaknya sudah bisa minum tablet bu(or pak) ?". Jika tidak maka tulisan mf pulf dtd .... masih dapat ditemukan pada resep yang ditulis dokter.
Hal ini disebabkan oleh program kesehatan gratis yang dicanangkan pemerintah. Obat-obatan seperti sirup tidak termasuk dalam jenis obat yang ditanggung oleh pemerintah. Yang tersedia adalah obat-obat tablet yang umum digunakan pada orang dewasa. Karenanya, dokter meresepkan puyer pada pasien.

2. CC, DBD, dll
Keluhan-keluhan pada pasien yang datang di puskesmas bervariasi meski tidak seheterogen yang ditemukan di rumah sakit. Keluhan-keluhan seperti demam, malas makan, berak-berak (a k a diare), nyeri lutut, muntah-muntah dan beberapa lainnya adalah keluhan yang sering ditemukan. Buktinya, di PKM yang kami datangi ISPA merupakan peringkat pertama penyakit terbanyak.

3. Just 2,5 minutes
Bila di rumah sakit , sebelum mendiagnosis penyakit pada pasien , seorang pasien kadang harus melewati berbagai pemeriksaan meskipun pada akhirnya jawaban dan kesimpulan yang diberikan dokter adalah anda baik-baik saja atau semuanya normal. Di puskesmas sangat berbeda, seorang pasien mungkin hanya sekedar duduk dan menjawab beberapa pertanyaan kemudian pemeriksaan fisis dasar seperti auskultasi jantung dan paru kemudian terdiagnosis. Rata-rata mungkin seorang pasien hanya membutuhkan 2,5 menit hingga memperoleh resep.Begitu cepat ...
Bayangkan saja, bila jumlah pasien yang datang setiap harinya 200 orang yang hanya dilayani satu orang dokter umum sementara tiap orang membutuhkan 10 - 20 menit untuk diperiksa. Kapan berakhirnya ....?

4. Masih ada beberapa hal lain yang berbeda yang mungkin akan menjadi bahan artikel berikutnya.

Pengalaman di PKM selama 2 minggu sangat berarti meski hanya meninjau tanpa hak untuk ikut menangani pasien tapi cukup berkesan dan menjadi pengalaman sebelum terjun langsung menjadi dokter di puskesmas.

Attonk





Saturday, June 20, 2009

Makassar Cardio Vascular Update 2009

Berhubung lagi stase di bagian kardio, tidak ada salahnya untuk mempromosikan acara yang akan dilakukan oleh bagian Kardiologi RS Wahidin yaitu Simposium dan Workshop dengan tema

"Change Into New Paradigm in Management of Cardiovascular Disease
"

Diakreditasi dengan nilai SKP 12 - 18.

Acara ini akan diselenggarakan di Hotel Clarion, Makassar pada tanggal 26 - 28 Juni 2009.
Untuk informasi dan pendaftaran dapat menghubungi bagian kardiologi RS Wahidin Sudirohusodo.














Sunday, March 29, 2009

Pasien ...oh pasien

2 hari yang lalu di rumah sakit poli mata berlangsung sebuah kejadian yang kayaknya bisa menjadi bahan postingan. Kasusnya seperti ini :
Dokter (D) : Sudah sejak kapan matanya tidak bisa melihat ?
Pasien (P) : 1 bulan dok.
Keluarga pasien (KP) : Iya dok baru 1 bulan
D : tidak mungkin, kalau dilihat dari perlangsungannya. pasti lebih dari 1 bulan.
P : Anu dok, sebenarnya sudah 1 bulan lebih
D : lebihnya berapa ? (just imagine 1 bulan, 1 tahun atau ....)
P : dua minggu dok.
D : Hmmmmmm(masih berpikir)
Gitu dik ??
P : Iya dok, sekitar segitu dok. lupami juga.
blablabla ..................

Apa intinya ???
Kadang-kadang pasien tidak mau memberikan informasi yang sejujurnya kepada dokter.
Why ?
Kadang-kadang mereka malu untuk mengakui bahwa penyakitnya sudah dirasakan lama, namun dipendam-pendam dan akhirnya mereka tidak tahan hingga datang ke dokter.
Alasan kedua, karena tingkat kepercayaan mereka belum sepenuhnya kepada dokter. Ini dikarenakan oleh doktrin2 yang telah mereka terima mengenai dokter, namun mereka tidak memiliki jalan lain selain ke dokter (biasanya setelah menjalani terapi "tradisional" yang gagal).
So ,
Seorang dokter harus mampu menggali anamnesis pasien dengan baik. Menurut pengalaman dan ajaran sekitar 80% diagnosis dapat ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisis yang baik kepada pasien.
Dokter juga harus mampu menjalin hubungan kepercayaan dengan pasien, sehingga pasien merasa nyaman dan tidak berbelit-belit saat menyampaikan keluhannya.

Seorang pasien diminta untuk memberikan kepercayaan kepada dokter dalam penanganan penyakitnya.

Ada tambahan atau sanggahan gak ? Silakan masukkan di comment !!









[get this widget]

Friday, March 13, 2009

Apa yang terjadi sehabis ujian ???

Pertanyaan yang tiba-tiba muncul dalam otak gue saat lagi ngenet. Apa yang terjadi sehabis ujian ? dalam hal ini adalah ujian lisan dengan supervisor atau konsulen pada akhir stase di sebuah bagian saat masih menjalani status sebagai koass.

Berikut beberapa yang ada dalam ingatan gue :
1. senang. Hal ini terjadi kalau ujiannya bisa berlangsung mulus dan lancar. bisa menjawab semua pertanyaan dari penguji dan mendapat nilai A.
2. kesal. kalau seorang perfeksionist tidak dapat menjawab satu saja pertanyaan dari penguji meskipun pada akhirnya mendapat nilai A.
3. Kecewa. Itu kemungkinan karena dapat penguji yang atipikal atau unbelievable (benar gak nulisnya ??). dan mendapat nilai A ( alias ambil lagi )
4. Lo bakal ditarik oleh teman-teman seminggu atau dibawahnya untuk ditanyai mengenai hasil ujian. Lulus gak ? apa pertanyaannya ? dll
5. dll (silakan tambahkan sendiri. yang di atas hanya contoh)
Trus apa yang terjadi.
Postingan ini merupakan kejadian nyata dan tidak dibumbui agar menarik untuk dibaca.










[get this widget]

Wednesday, November 19, 2008

Kenali Gejala-Gejala Tb Paru

Hari pertama masuk RS lagi, ternyata dihadapkan sebagian besar dengan pasien TB paru. Kalau di rumah sakit saja banyak, kemungkinan yang belum berobat pasti beberapa kali lipatnya. Berhubung orang-orang tua terutama sekarang kalau ditanya tentang batuknya biasanya berkata bahwa cuma batuk biasa yang menyerang orang tua. Padahal , mungkin saja orang tua itu sudah terkena TB paru.

So, apa itu TB paru ?
TB paru adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Di negara lain juga bisa disebabkan oleh Micobacterium bovis dan africanum.

Kok, bisa kena TB paru ?
Seperti yang disebutkan, TB paru disebabkan oleh bakteri yang bernama micobacterium tuberculosis. Ada juga yang disebabkan oleh micobacterium bovis tetapi jarang terjadi. Penyebarannya melalui udara (droplet).Dapat juga melalui susu yang terkontaminasi dengan kuman TB.

Siapa saja yang bisa menderita TB ?
Dari anak-anak sampai yang sudah nenek-nenek bisa menderita TB. Hanya pada anak-anak gejalanya sedikit berbeda dengan orang dewasa.

Apa gejalanya ?
Gejala-gejala yang sering dialami penderita itu berupa
• Batuk lebih dari 2minggu
• Hemoptoe alias batuk bercampur dengan darah
• Sesak napas
• Anoreksia ( kurus )
• Malaise
• Demam ( 38oC )
• Keringat malam

Dokter bakal meriksa apa aja ?
Ada beberapa pemeriksaan yang pasti dokter lakukan (kalau instrumen menunjang) seperti :
- Periksa dahak – bakalan dilakukan 3 kali biasanya waktu datang, besoknya pas bangun pagi, dan saat mengantar sampelnya ke dokter.
- Periksa darah rutin – gak perlu takut yang diambil paling sekitar 10 cc
- Foto thoraks
- Dll – yang lain ini penunjang buat memastikan kalau emang penyakitnya itu TB kalau yang di atas belum bisa memastikannya misalnya BACTEC,PCR,ELISA.

Trus bisa sembuh gak ?
TB sangat bisa sembuh. Cuma pasiennya harus teratur minum obat. Kadang-kadang pasien malas dan lupa minum obat saking lamanya pengobatan yang minimal 6 bulan. Tapi, kalau mau sembuh harus minum obat sampai dinyatakan sembuh oleh dokter (bukan dukun). Yang pasti TB itu harus disembuhin.

Harus disembuhin ? Emangnya kalo gak disembuhin kenapa ?
Kalau gak disembuhin yach, pasti bakal tetap sakit, gak bisa kerja-kerja, gak bisa nyari duit, jadinya gak bisa makan ,trus ... . pokoknya panjang. Dari segi kesehatan, kalau pasien TB gak mau berobat, kumannya bisa menular ke orang lain yang masih sehat, trus sakit yang dulunya cuma TB paru bisa jadi bertambah dengan penyakit-penyakit yang lain karena daya tahan tubuh pasien yang menurun.

Mahal gak ?
Kalau soal mahal, gak tahu tapi sekarang kan orang-orang yang mau jadi bupati, gubernur dan presiden rata-rata pada berjanji mau gratisin biaya berobat. Pilih mereka trus kalau udah naik tanya kapan terealisasinya. Tapi, kalau calonnya gak naik, gakpapa, datang aja ke puskesmas, biayanya murah kok. Pemerintah kan maunya gak ada lagi yang sakit TB.

Di mana bisa dapetin informasi-informasi yang lebih lengkap ?
Bisa di internet, di puskesmas, rumah sakit, nanya-nanya kenalan dokter, buklet2 kesehatan, buku. Yang penting jangan nanya ke dukun, paling bakalan disembur-sembur.
Kalau di internet, boleh kunjungi alamat-alamat web ini
Dinkes |CDC |Wikipedia | Penyakit Menular | Infeksi |
Kalau mau nanya kirim aja lewat e-mail ini.



http://uploads.bizhat.com/signup.php?ref=attonk

http://klikrupiah.com/register.php?r=attonk

Monday, November 17, 2008

Jadi koas lagi

2 bulan lebih mengasingkan diri, akhirnya hari ini mulai lagi dari awal menjadi koas bagian Interna. Setiap ketemu, selalu ditanyain, bagian mana sekarang ?, kok gak pernah nongol-nongol?, Kok interna lagi? , kenapa begini, kenapa begitu ? Agak bosen juga nanggepinnya.
Dinas di bangsal, dapat 3 kamar dengan total pasien ada 10 orang. 2 orang kena tumor, dan 8 orang KP+ komplikasinya. Lumayan cape juga, berhubung belum begitu beradaptasi dengan keadaan sebagai koas.
Pagi-pagi berangkat dengan semangat 45 menuju rumah sakit, tunggu chief bagi2 kamar trus mulai hitung tensi, suhu, nadi, dan napas. (kayak lagunya Epping yang laporan jaga malam) gak pake spekul2. Habis itu nungguin dokter, ikut visite, isi kartu obat dan tibalah jam 14.00 yang berarti pulang. Jam dinas sudah selesai, tugas juga selesai. Akhirnya, hari pertama berakhir dengan indah.

http://uploads.bizhat.com/signup.php?ref=attonk
http://klikrupiah.com/register.php?r=attonk

Friday, November 14, 2008

Denver

Koas anak pasti butuh mengukur dan menghitung ballard score, BB menurut Tb, BB menurut umur, dosis obat, imunisasi dll. di banding mau beli, mending download di sini. semua dalam bentuk jpg
ballard
BB menurut TB 1
BB menurut TB 2
BB menurut TB 3
BB menurut TB 4
BB menurut umur 1
BB menurut umur 2
BB menurut umur 3
BB menurut umur 4
EKG 1
EKG 2
Imunisasi 1
Imunisasi 2
LLA menurut TB 1
LLA menurut TB 2
Maturitas BBL
Obat 1
Obat 2
http://uploads.bizhat.com/signup.php?ref=attonk
http://klikrupiah.com/register.php?r=attonk