Siang tadi nonton breaking news tentang aksi demonstrasi warga dan mahasiswa di walenrang lamasi yang menuntut dimekarkannya kabupaten luwu menjadi luwu tengah. Awalnya nonton di TV one trus lanjut di Metro TV.
Di awal-awal liputan,, meskipun jalan dipalang dan tak ada aktivitas kendaraan dari dua arah jalan. Sementara polisi berjaga-jaga menjaga dan mengantisipasi timbulnya aksi anarkis dari para demonstrans.
Beberapa saat kemudian , tampak polisi mulai membuka jalan menghalau para demonstrans, menembaki para pelaku demonstrans dengan peluru karet meski dalam liputan di singgung pula kalau ditemukan pula selongsong tajam. Para demonstrans membalas dengan lemparan batu dan 'katanya' bom molotov. Entah, tak jelas pihak mana yang memulai lebih dulu, polisi atau demonstrans.
Yang pasti , saya menilai aksi polisi terlalu berlebihan dengan menembaki para demonstran walaupun dengan peluru karet. Pengalaman waktu kecil, saat ramai-ramainya senapan-senapan dan pistol-pistolan plastik dengan peluru bola-bola plastik kecil seukuran agel sepeda, waktu ditembak dengan peluru kecil itu , lumayan sakit dan merah tampak di badan yang tertembak peluru. Apalagi dengan peluru karet polisi dengan senapan-senapan yang lebih besar.
Selain itu, yang semakin membuat tidak respek adalah pada bagian seorang warga dengan baju sobek-sobek sedang dibawa oleh anggota polisi , tiba-tiba ada seorang oknum polisi berpakaian lengkap yang nampak cuma kedua matanya tiba-tiba menendang perut si warga.
Warga memang ada salahnya juga. Seperti halnya mahasiswa yang sering menutup jalan bila melakukan aksi demonstrasi . Terlebih apabila benar bila ditemukan bom molotov.
Bagi saya, sesuatu yang baik biarpun niatnya baik bila proses untuk mendapatkan niat tersebut ditempuh dengan jalan yang salah akan menjadi tidak baik.
Aparat keamanan seharusnya sudah mengerti tentang cara-cara negosiasi mencegah aksi anarkisme tapi tetap saja melakukan kebrutalan lebih salah lagi. Karena mereka lah yang seharusnya menjadi penegak hukum malah melanggar hak-hak asasi manusia.
Ahh, entahlah.. ini cuma tulisan sepintas yang ada dalam pikiran.
Mendukung aparat keamanan atau warga? Saya tidak memilih dua-duanya ..
Tuesday, November 12, 2013
Demo dan polisi
Friday, November 1, 2013
Passion
First of all, selamat hari blogger nasional. A lil bit late but better than nothing. Right ?
Cukup lama tak menulis blog. Bahkan selama tugas PTT selama dua tahun tidak pernah lagi posting di blogger. Ada beberapa tulisan di microblogging tumblr . Tapi pada akhirnya juga vakum sekian lama.
Akhirnya saya sadar, menulis itu butuh passion yang tak pernah henti. Tidak cukup hanya ide.
Selama masa vakum ini.. banyak ide tulisan yang hanya lewat sepintas di pikiran kemudian lenyap tanpa menjadi sebuah tulisan.
-attonk-
Senja ditemani deras hujan dan pijar kilat
Tuesday, September 20, 2011
Asal Comot

Lama juga gak nulis postingan di blog ini. Kadang pengen nulis tapi gk ada ide, kadang malah sebaliknya, ada ide tapi keinginan untuk menulis gak ada. Hal terbaik mungkin adalah ada ide dan pengen nulis tapi tidak ada koneksi internet. :-(
Habis nonton sebuah film jepang yg judulnya Kimi ni Todoke, jadi pengen comot salah satu scene dalam film ini. Percakapan antara Sawako dengan Ryu
Love relationship, do you know what it is ?
I don’t think I understand
A special thing uncomparable with anything else
How do you know if it’s special ?
It’s special even before you realize it
So ,have you feel it ? A special thing that uncomparable with anything else even before you realize ?
Habis nonton sebuah film jepang yg judulnya Kimi ni Todoke, jadi pengen comot salah satu scene dalam film ini. Percakapan antara Sawako dengan Ryu
Love relationship, do you know what it is ?
I don’t think I understand
A special thing uncomparable with anything else
How do you know if it’s special ?
It’s special even before you realize it
So ,have you feel it ? A special thing that uncomparable with anything else even before you realize ?
Wednesday, July 27, 2011
DOA
Saturday, July 16, 2011
FASE KEHIDUPAN

“Kegembiraan terbesar dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai. Oleh karenanya, kita membagikan cinta bagi orang lain.” (Victor Hugo)
Tidak ada yang bisa menghentikan waktu. Ia terus maju. Umur terus bertambah. Manusia pun mengalami babak-babak dalam hidupnya. Saat masuk fase dewasa, orang memasuki tiga tahapan kehidupan.
Ada masa di mana orang terfokus untuk melakukan sesuatu (to do). Ada saat memfokuskan diri untuk mengumpulkan (to have). Ada yang giat mencari makna hidup (to be). Celakanya, tidak semua orang mampu melewati tiga tahapan proses itu.
Thursday, July 14, 2011
Jika Tuhan Menjatuhkan "Uang" dan "Batu"

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia
Wednesday, March 30, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)

